Jakarta, Indonesia | Tuesday, 27-10-2020

NEWS UPDATE

Kemenkop Gelar Pelatihan Vokasi Via Deputi SDM

Agus | Selasa,01 Sept 2020 - 18:31:48 WIB

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) gelar vocational berbasis potensi lokal kepada tenaga pendidik di IKOPIN/foto Agus Citypost

Bandung, CityPost - Wabah pandemi corona (covid-19) telah mengubah kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek. Di tengah perubahan tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM melalui Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melaksanakan pelatihan vocational berbasis potensi lokal kepada tenaga pendidik di Institut Koperasi dan Managemen Indonesia (IKOPIN) yang akan memasuki masa purna.

Arif Rahman Hakim, Deputi Bidang Pengembangan SDM yang hadir membuka acara pelatihan  mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah, namun menurutnya sumber daya kewirausahaannya masih sangat kurang. Oleh karena itu, Ia berpandangan bahwa sumber daya kewirausahaan ini perlu ditingkatkan melalui pelatihan mengingat pelaku wirausaha adalah motor penggerak ekonomi di Indonesia, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan pelaku UMKM baru tidak hanya akan berada dilevel usaha mikro tetapi langsung usaha kecil.

Hal tersebut disampaikan Arif dihadapan seluruh peserta pelatihan yang dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung dan Rektor IKOPIN yang pelaksanaannya dilakukan pada tanggal 29-31 Agustus 2020 di Hotel Gumilang Regency Kota Bandung dalam pembukaan kegiatan pelatihan pemasyarakatan kewirausahaan dalam rangka sosialisasi pengadaan barang jasa pemerintah melalui E- Katalog UMKM.

Lebih lanjut Arif mengatakan, pelatihan ini memiliki potensi yang berada diatas rata-rata karena peserta pelatihan didukung oleh latar belakang pendidikan tinggi. Selanjutnya diharapkan para UKM dapat ikut dalam akses pendampingan PLUT dan pendamping daerah sampai ke level Pendampingan.

Arif juga menyampaikan bahwa ada anggaran negara yang berjumlah sekitar Rp307 trilyun yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaju usaha mikro untuk masuk kedalam E- Katalog melalui aplikasi LPKK Bela Pengadaan.

"saya berharap pelatihan menjadi wirausaha yang memiliki karakteristik tangguh dimasa pandemi dan new normal covid 19" tandas Arif.

Tata kelola UMKM harus kuat, pemasyarakatan kewirausahaan dalam kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan betapa pentingny manajemen kelembagaan wirausaha dalam tata kelola UMKM khususnya untuk masuk kedalam E-Katalog. Dexterity (ketangkasan) bravery (keberanian), trust (kepercayaan), dan inovasi, ungkap arif menjelaskan.

Sementara itu, Tetet, Kepala dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung mengatakan, bahwa akuntabilitas UMKM perlu di tingkatkan. Dalam pelatihan ini perlu dilakukan pembinaan program stimulus dari Kemenkop dan UKM untuk tetap disalurkan sehingga UMKM pulih kembali, paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, DR. Burhanudin, Rektor IKOPIN, dalam sambutannya menyampaikan peran penting koperasi untuk mewadahi pelaku UMKM dalam melakukan aktifitas kegiatan wirausahnya. (Agus)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar