Jakarta, Indonesia | Tuesday, 27-10-2020

NEWS UPDATE

Kemenkop Andalkan Skill Khusus Buat UMKM Bertahan Hidup

Agus | Senin,07 Sept 2020 - 13:12:40 WIB

Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop Gelar Petlihan bagi UMKM di Dmax Hotel Lombok pada Senin (7/9)/foto Agus Citypost

Lombok, CityPost – Dampak wabah virus corona terhadap industri koperasi dan UMKM hingga kini masih menjadi perhatian serius Kementerian Koperasi dan UKM. Mereka terus berupaya mencari solusi agar sektor usaha kecil menengah tersebut mampu bertahan dari gerusan Pandemi Covid-19 yang sudah banyak meluluhlantahkan perekonomian dibanyak negara.

Sementara itu, dalam menjaga eksistensi dan keberlangsungan unit-unit usaha koperasi dan UKM itu sendiri, Kementerian Koperasi dan UKM (kemenkop-red) melalui Deputi Bidang Pengembangan SDM Arif Rahman Hakim tengah berupaya mensosialisasikan skill (keahlian-red) melalui pelatihan-pelatihan bagi para pelaku koperasi dan UMKM dengan tujuan agar mereka semua masih bisa bertahan ditengah dampak pandemi Covid-19.

Arif mengatakan sejauh ini dalam membantu unit usaha kecil dan menengah, bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah tidaklah cukup. Untuk itulah diperlukan pelatihan khusus bagi para pelaku UMKM sebagai sarana penunjang agar mereka semua bisa tetap menjaga eksistensi usaha dan beradaptasi diera pandemi dan new normal saat ini.

Arif menjelaskan bahwa pihak Deputi Bidang Pengembangan SDM sejauh ini telah memberikan arahan dan pelatihan kepada 460 orang perserta di Dmax Hotel, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada Senin (7/9).

Diketahui, acara pelatihan tersebut dihadiri juga oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Bupati Lombok Tengah dan Bupati Lombok Barat dan disertai dengan acara penyerahan KUR dari Bank BRI Syariah, Bank Mandiri serta Bank BNI dan dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan hak cipta dan hak merek kepada pelaku UMKM.

Lebih lanjut Arif menjelaskan, kegiatan pengembangan SDM dilaksanakan untuk mendukung destinasi pariwisata super prioritas yang akan dilaksanakan di 5 wilayah yakni Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuhan Bajo serta Liekupang.

"Untuk wilayah Borobudur dan Danau toba sudah selesai kita laksanakan, wilayah Mandalika ini pelatihan yang ke tiga, selanjutnya nanti akan kita laksanakan di Labuhan Baju dan Kupang" ungkap Arif.

Arif menyampaikan, kegiatan pelatihan di Mandalika dipusatkan di Kab. Lombok Tengah dan Lombok Barat dengan 12 angkatan dan akan dilaksanakan selama 3 hari, jelas Arif lebih lanjut.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota,Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) dan kementerian lembaga serta dengan badan usaha untuk memberikan pendamping kepada peserta pelatihan. Bagai para UKM yang akan melakukan pemasaran digital yang salah satunya nanti berasal dari kegiatan pelatihan di Mandalika akan dihubungkan untuk mengikuti mentor sit dengan dukungan master kat, ungkapnya.

"Kami dari pemerintah berharap agar peserta pelatihan dapat memanfaatkan sumber pembelajaran yang sudah kami kembangkan di edukukm.id untuk dapat dipelajari secara mandiri dan memanfaatkan informasi yang juga dikeluarkan oleh BUMN" tandasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Zulkieflimansyah, Gubernur Nusa Tenggara Barat mengatakan, krisis yang ditimbulkan oleh covid-19 bisa dijadikan sebagai kesempatan yang mengakselesarasi perubahan dunia yang mengarah pada satu koherensi yang mudah-mudah dapat dioptimalkan oleh para pelaku UKM di Nusa Tenggara Barat.

"Pemerintah selalu memberikan semangat untuk menjadikan krisis itu menjadi sebuah kesempatan, pasti selalu ada cahaya diujung terowongan" Imbuhnya.

Dalam sambutannya melalui virtual Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki  mengharapkan UMKM dan Koperasi mampu bertahan dan memanfaatkan situasi pasar yang sedang berubah di tengah suasana pandemi COVID-19. Pasalnya, pandemi diperkirakan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, dan hanya UMKM yang adaptif dan inovatif yang akan mampu survive.

"Pemerintah tidak tinggal diam. Serangkaian kebijakan untuk membantu UMKM dan Koperasi sedang dan akan terus dilanjutkan," tegas Teten.

Teten memaparkan bantuan yang diberikan pemerintah kepada UMKM disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi UMKM.

"Bagi UMKM yang memang terdampak sangat ekstrem, maka diberikan bansos. Bagi UMKM yang mengalami kesulitan pembiayaan sementara kegiatan usahanya masih berjalan, diberikan retrukturisasi pinjaman subsidi bunga 6 bulan dan keringanan pajak, serta pinjaman dengan bunga 3 persen," jelasnya.

Terhadap UMKM yang belum tersentuh perbankan (unbankable), diberikan Banpres produktif sebesar Rp2,4 juta.

"Bantuan ini diberikan kepada 12 juta pelaku usaha mikro. Sampai pada akhir September 2020 ditargetkan sudah 100 persen," kata Teten.

Lebih lanjut Teten mengatakan, jika kemudian didapati perekonomian nasional pada Kuartal I 2021 masih landai, maka kedua bantuan itu (restrukturisasi dan banpres produktif usaha mikro) kemungkinan besar akan diteruskan. (Agus)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar