Jakarta, Indonesia | Tuesday, 27-10-2020

NEWS UPDATE

Roy Marten Apresiasi Coffee Lathi Buka Ditengah Pandemi

Paulus | Rabu,09 Sept 2020 - 21:55:24 WIB

Roy Marten (kiri) dan Wiwiek Mulyani (kanan)/foto Paulus Citypost

Jakarta, CityPost -  Banyaknya coffee shop yang tutup karena terdampak Pandemi Covid-19 tengah menjadi perhatian Bintang Film Legendaris Roy Marten, fenomena ini menurutnya harus disikapi oleh banyak pihak agar perekonomian tidak terpuruk jauh kelevel terbawah. Khususnya para pengusaha coffee shop yang punya peran penting menggeliatkan industri minuman kopi olahan agar tidak ikut mati suri tergerus wabah.

Hal itu disampaikan Roy Marten saat memenuhi undangan pembukaan Coffee Lathi di Green lake City, Duri Kosambi, Jakarta Barat pada Rabu (9/9) hari ini.

Dihadapan wartawan, Aktor The Big Five Indonesia ini menjelaskan bahwa, keberanian para pengusana Coffee shop seperti Lathi harus diapresiasi pasalnya bisa membantu menggeliatkan kembali ekonomi disektor hospitality yang juga berkaitan erat dengan pariwisata.

“Ini sebuah angin segar. Kita butuh 9000 coffee Lathi lagi untuk memulihkan ekonomi, semuanya menanti vaksinasi. Kita percaya awal tahun depan vaksin Covid-19 ada,” ujar Roy Marten kepada awak media.

Roy optimis, ekonomi Indonesia akan kembali pulih tahun depan. Dengan dibukanya coffee-coffee ditengah pandemi kehidupan akan kembali berdenyut. Dia juga memberikan apresiasi kepada para pengusaha coffee yang berani membuka usahanya agar eksistensi industri minuman kopi olahan tidak mati dan para barista atau karyawan yang di PHK bisa kembali bekerja.

“Saya memberikan apresiasi kepada Wiwiek Muyani selaku pemilik Coffee Lathi yang berani membuka usahanya ditengah Pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik Coffee Lathi, Wiwiek Muyani mengatakan tujuannya membuka coffee Lathi karena ingin menjaga eksistensi industri kopi Indonesia dan membantu mempekerjakan kembali mereka yang sebelumnya di PHK dari coffee shop.

“Saya percaya diberi kekuatan oleh Tuhan, maka saya coba membuka Cafe LATHI hari ini. Saya melihat banyak karyawan yang menganggur, dan industri kopi banyak turun. Jadi saya coba buka cafe ini,” ungkapnya didampingi Roy Marten.

Diera new normal saat ini, Wiwiek menjelaskan pihaknya tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Keberadaan pengusaha coffee shop yang masih mau membuka usahanya ditengah Pandemi juga diapresiasi oleh ketua Barista Guild Indonesia (BGI-red),  Yudistira Bawono. Dia mengakui sejauh ini sudah banyak barista yang dirumahkan hingga membuatnya memutar otak agar mereka bisa tetap mempertahankan industri kopi Indonesia tetap bertahan melawan pandemi Covid-19.

“Yudi menyerukan kepada pengusaha coffee shop yang baru buka dan masih bertahan untuk mengadopsi barista korban PHK dan menjadi barista asuh. Artinya memberikan kesempatan satu shift perminggu kepada mereka agar bisa terus eksis,” katanya.

Diketahui sebelumnya. Wabah Pandemi Covid-19 tengah memicu dampak yang signifikan terhadap industri coffee shop dan resto di Indonesia. Sejak April 2020 lalu, sejauh ini tercatat sudah ada 6.800 resto yang tutup khususnya diwilayah Pulau Jawa dan Bali.

Dampak penutupan cafe dan resto itu juga membuat sejumlah Barista diberhentikan dari pekerjaannya karena Coffee Shop tempat mereka bekerja sudah tidak mampu lagi meneruskan usahanya. Dari catatan Barista Guild Indonesia (BGI) sejauh ini sudah ada 900 Barista lebih dan ribuan karyawan yang dirumahkan. (Paulus)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar