Jakarta, Indonesia | Wednesday, 21-04-2021

NEWS UPDATE

Nasrun Siagian : Usaha Fashion Jadi Peluang Dimasa Pandemi

Agus | Minggu,25 Okt 2020 - 18:37:14 WIB

Pelatihan UMKM Kementerian Koperasi dan UKM di Kota Padang Sidimpuan, Sumatera Utara/foto Agus CityPost

Padang Sidimpuan, CityPost - Koperasi dan UMKM merupakan salah satu sektor  paling terdampak pandemic Covid-19. Banyak yang gulung tikar, banyak juga karyawan yang dirumahkan dan tidak sedikit yang mengalami kebangkrutan, ujar Asdep pengembangan kewirausahaan yang sekaligus merangkap sebagai Plt. Asdep  Peran Serta Masyarakat Kemenkop dan UKM Nasrun Siagian.

Hal tersebut disampaikan Nasrun dihadapan 90 orang peserta pelatihan strategi penguatan bisnis wirausaha dan pelatihan vocasional bagi KUMKM dibidang fashion yang dilaksanakan di Hotel Mega Permata. Aek Tampang, Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara (24/10) yang secara resmi dibuka oleh Wakil Walikota Padang Sidimpuan, Arwin Siregar didampingi Kadis Perdagangan Kota Padang Sidempuan, Ridoan Pasaribu, yang pada kesempatan ini memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta pelatihan.

Dalam paparannya Nasrun menyampaikan,  Menteri Koperasi dan UKM secara terus menerus memantau implementasi program/kegiatan dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan akselerasi realisasi anggaran. Oleh karena itu Koperasi dan UMKM harus pintar-pintar untuk menangkap peluang bisnis yang ada. Salah satu peluang yang bisa ditangkap dimasa ini yaitu bidang fashion, karena fashion merupakan kebutuhan yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang, ucapnya.

Ada beberapa produk fashion yang mengalami peningkatan penjualan dimasa ini, apalagi pada saat kita memasuki masa Pilkada dimana kebutuhan akan masker ini banyak dibutuhkan orang, disini kita sebagai wirausaha harus dapat menangkap peluang tersebut, ujarnya lebih lanjut.

Nasrun juga  menjelaskan, jika UMKM ingin lebih maju, sebaiknya mereka tergabung dalam suatu wadah koperasi.

“Dengan menjadi satu wadah, akan lahir kerjasama dalam melahirkan produk yang berkualitas dan brand yang kuat (one branding). Selain itu dengan tergabung dalam wadah koperasi akan memudahkan mereka dalam mengakses permodalan, salah satunya melalui LPDB-KUMKM yang penyalurannya dikhususkan untuk koperasi,” katanya.

Lebih lanjut lagi Nasrun mengungkapkan untuk mendukung berkembangnya bisnis koperasi dan UKM,  di LPDB-KUMKM sudah disiapkan 3 fase antara lain Fase Survival, yaitu restrukturisasi angsuran mulai dari 6 – 12 bulan, lalu Fase Program Pemulihan Ekonomi, bunga 3% menurun atau sekitar 1,5 % flat pertahun untuk pembiayan koperasi.

Selain itu juga ada Fase Penumbuhan Ekonomi, yaitu menyiapkan kebijakan untuk mengakses pembiayaan dengan bunga rendah melalui Koperasi Simpan Pinjam dan Koperasi BMT serta berbagai program pendampingan, jelas Nasrun.

Selain itu, lebih jauh lagi Nasrun mengatakan ada juga program ultra mikro (BPUM) untuk pembiayaan sampai dengan Rp2,4 juta, ditambah lagi bunga KUR sekarang hanya 6% saja. Jadi semakin banyak pilihan untuk permodalan yang dapat diakses oleh Koperasi dan UMKM, tandasnya.

Terakhir Nasrun mengatakan, selain pelatihan yang dilakukan secara tatap muka ini, kementerian koperasi dan UKM juga memiliki website edukukm.id, diweb tersebut ada modul-modul bagaimana pelaku UKM untuk dapat mengembangkan usahanya.

Sementara itu, kepada awak media, Nasrun mengatakan Kota Padang Sidempuan adalah salah satu kota yang sangat strategis karna merupakan kota lintasan dan kota transit yang mempunyai potensi besar untuk dikembalikan kewirausahaannya. Disamping itu potensi kaum milenialnya sangat banyak yang harus mendapat pembinaan agar tidak terjadi lagi urbanisasi kekota seperti ke Kota Jakarta ataupun Kota Medan, ungkapnya.

"Inilah yang kita harapkan untuk kita kembangkan sesuai dengan basis potensi lokalnya seperti pengolahan kopi, pembudidayaan salak yang lebih modern, maupun anyaman agar bisa bersaing dengan daerah-daerah lain" tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Walikota Padang Sidempuan, Arwin Siregar yang berkesempatan membuka acara memberikan motivasi kepada seluruh peserta.

Ia mengucapkan terimakasih kepada Kemenkop dan UKM yang sudah memberikan perhatian kepada daerah yakni kota Padang Sidempuan serta hadir untuk meringankan  penderitaan serta upaya perbaikan ekonomi akibat dampak pendemi covid-19 melalui pelatihan yang diberikan.

Sementara itu, Kadis Perdagangan Kota Padang Sidimpuan, Ridoan Pasaribu mengatakan hal yang senada agar melakukan digitalisasi UMKM. Ridoan menyampaikan rasa terimakasih kepada kementerian koperasi dan UKM yang sudah melakukan pelatihan di Kota Padang Sidimpuan mengingat anggaran dinas Kota Padang Sidempuan  sebagian besar sudah dialokasikan ke penanganan covid. (Agus-CityPost)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar