Jakarta, Indonesia | Wednesday, 21-04-2021

NEWS UPDATE

Selain Jiwasraya Benny Tjokro Juga Terlibat Skandal ASABRI

Chan | Selasa,09 Feb 2021 - 22:11:13 WIB

Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro/foto ist pinter politik

Jakarta, CityPost – Kepala Pusat Penerangan Hukum (kapuspenkum) Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer menyampaikan bahwa terdakwa kasus PT Asuransi Jiwasara Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat juga terlibat adalam skandal PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).

Baik Benny maupun Heru keduanya kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan didaulat menjadi otak pengelolaan dana investasi ASABRI yang kini bermasalah.

“Seluruh kegiatan investasi PT ASABRI pada kurun waktu 2012-2019 tidak dikendalikan oleh PT ASABRI namun sepenuhnya dikendalikan oleh HH, BTS dan LP (Lukman Purnomosidi/Direktur Utama PT Prima Jaringan),” ungkap Ezer melalui konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta pada Senin lalu.

Disebutkan, sejauh ini pihak berwenang telah menetapkan sebanyak delapan orang tersangka. Dua diantaranya adalah mantan Direktur Utama PT ASABRI Mayjen (Purn) Adam R Damiri dan Letjen (Purn) Sonny Widjaja.

Para tersangka diduga melakukan kolusi dengan melibatkan sejumlah pihak swasta agar bisa memuluskan proses pengelolaan dana investasi milik ASABRI dalam meraup keuntungan pribadi.

“Bahwa pada tahun 2012 sampai dengan 2019, Dirut, Direktur Investasi dan Keuangan, serta Kepala Divisi Investasi PT ASABRI bersama-sama telah melakukan kesepakatan dengan pihak diluar PT ASABRI yang bukan merupakan konsultan investasi ataupun manajer investasi, yaitu HH, BTS dan LP,” ujar Ezer.

Dalam skandal ASABRI, Ezer mengatakan mereka semua membuat transaksi dan memanipulasi harga saham dalam portofolio ASABRI dengan harga dibawah perolehan saham untuk perusahaan tersebut. Sehingga membuat saham-saham milik tersangka swasta lain menjadi tinggi.

Ezer menilai apa yang dilakukan oleh para tersangka dibuat seolah-olah kinerja portofolio ASABRI dalam kondisi yang baik padahal keuangan negara dirugikan hingga puluhan triliun akibat transaksi tersebut.

“Seolah-olah saham tersebut bernilai tinggi dan liquid. Padahal, transaksi yang dilakukan hanya transaksi-transaksi semu adn menguntungkan pihak HH, BTS dan LP serta merugikan investasi atau keuangan PT ASABRI,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokro telah divonis hukuman seumur hidup oleh Majelis Hakim Tipikor Jakarta untuk kasus Jiwasraya. Saat ini dalam skandal ASABRI, Benny dan kedua tersangka lainnya HH dan LP dijerat dengan pasal alternatif yakni Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU 30 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Chan/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar