Jakarta, Indonesia | Wednesday, 21-04-2021

NEWS UPDATE

Herman Rabu Dijemput Kamis Dikembalikan Tanpa Nyawa

Chan | Rabu,10 Feb 2021 - 22:42:38 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist

Jakarta, CityPost – Kematian Herman (39), seorang warga yang dituding mencuri handphone dan ditangkap dirumahnya, diperiksa lalu dikembalikan dalam keadaan tak bernyawa kini menjadi perhatian serius banyak pihak. Keluarga hingga kini masih mempertanyakan apa yang terjadi pada awal Desember 2020 lalu di Polresta Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kasus Herman ini pertama kali diungkap oleh pihak keluarga melalui kuasa hukum mereka yang mengatakan jasad Herman dipenuhi luka usai dikembalikan dari Polresta Balikpapan setelah sebelumnya ditangkap aparat pada Rabu (2/12) tahun lalu dan meninggal pada esok harinya Kamis (3/12).

Dini Rosarina, adik perempuan Herman mengaku tidak mempercayai kakaknya diperlakukan kasar oleh aparat kepolisian selama menjalani pemeriksaan. Oleh karenanya dia mengaku akan terus mencari keadilan dan kebenaran atas kematian sang kakak dan enggan berdamai.

“Bagaimanapun nyawa itu tidak bisa dibayar dengan uang,” tegas Dini seperti yang dilansir dari laporan CNNIndonesia.com yang dipublish pada Senin (8/2) lalu.

Dini mengatakan, Herman adalah sosok kakak yang sabar dan tidak pernah marah kepada adik-adiknya. Dia juga tidak pernah mendengarkan kata-kata kasar keluar dari mulut Herman (39). Karena itulah, Dini tidak percaya kalalu kakaknya tidak mengatakan ampun dan bilang maaf dalam proses pemeriksaan.

“Kakak saya, tidak mungkin tidak bilang ampun, tidak bilang maaf saat itu (diperiksa polisi). Kemana hati nurani mereka? Tolong tanyakan sama mereka mas, kemana?” tanya Dini.

Menurut Dini, Herman bukanlah seorang koruptor atau pembunuh sehingga pantas disiksa oleh aparat kepolisian dan diperlakukan seperti itu. Terlebih lagi sebelumnya dia mendapat jaminan dari seorang anggota polisi yang menyatakan berjanji tidak akan menyiksa Herman selama proses pemeriksaan berlangsung.

“Saya bilang Oke Mas, kalau memang kakak saya bersalah silahkan diproses. Tapi saya minta tolong jangan dipukul kakak saya, jangan disiksa kakak saya, dan dia berjanji dengan saya,” ungkap Dini menceritakan pertemuannya dengan polisi yang menangani Herman.

Dini sendiri mengaku dapat kabar kakaknya meninggal dunia sehari usai Herman ditangkap. Namun, anehnya pihak keluarga tidak mendapatkan penjelasan apapun dari pihak Polresta Balikpapan terkait penyebab kematian kakaknya itu.

Bahkan menurut Dini, pihak keluarga tidak langsung diizinkan untuk menemui jenazah Herman di rumah sakit dan polisi mengelak saat ditanya penyebab kematiannya. Barulah setelah keluarga berdebat jenazah Herman dikembalikan. Keluarga menyatakan kondisi jenazah dalam keadaan mengenaskan setelah diterima mereka.

Disebutkan, tulang rusuk Herman tidak pada posisi semula, terdapat luka lebab dan goresan disekujur tubuh.

“Tidak manusiawi sekali. otomatis saya berpikir, tidak mungkin kakak saya tidak dibantai disini,” ujar Dini.

Saat ini, Dini mengaku hanya ingin menuntut keadilan atas kematian herman dan siap menghadapi intimidasi yang kemungkinan akan dihadapinya nanti.

Berita ini sudah ditayangkan sebelumnya oleh CNNIndonesia.com dan dilansir serta diround up oleh redaksi untuk kepentingan informasi publik. (Chan/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar