Jakarta, Indonesia | Wednesday, 21-04-2021

NEWS UPDATE

WNI Bakal Dievakuasi Jika Myanmar Alami Kerusuhan

Chan | Rabu,10 Feb 2021 - 23:04:47 WIB

Aksi tolak kudeta militer di Myanmar/foto ist akun twitter @Eveline11798

Jakarta, CityPost – Kudeta militer di Myanmar saat ini menjadi sorotan dunia. Selain berhasil menggulingkan pemerintahan, mereka juga menahan semua yang terkait dengan pemerintah, parlemen dan juga pemimpin sipil Aung San Suu Kyi di komplek perumahan khusus dengan penjagaan ketat.

Kondisi Myanmar pasca kudeta, kembali bergejolak setelah rakyat dan para pendukung Aung San Suu Kyi mulai menggelar aksi besar-besaran menolak kudeta militer dan menuntut pemimpin mereka dibebaskan.

Saat ini, Pemerintah Indonesia sudah ikut bicara terkait situasi di Myanmar dan menyerukan mereka menyelesaikan permasalah melalui jalur damai dan konstitusi.

Kendati demikian, jika ternyata Myanmar terus tidak kondusif, pemerintah Indonesia telah menyiapkan rencana untuk mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari negara itu.

Informasi itu disampaikan langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Myanmar Iza Fadri. Dia mengatakan proses evakuasi merupakan salah satu prosedur dari Kementerian Luar Negeri Indonesia. Namun, dia menyebutkan kondisi WNI di Myanmar masih dalam keadaan aman.

Senada dengan Iza, juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah juga mengatakan bahwa WNI yang ada di Myanmar semua dalam keadaan baik dan mengenai evakuasi disebutkan pihak Kedutaan Besar di Myanmar yang memiliki assesment dan rekomendasinya.

“Kondisi WNI pada umumnya baik. KBRI yang mempunyai kapasitas untuk memberikan assesment dan merekomendasikan penerapan langkah-langkah kontijensi,” terang Faiz.

Diketahui, seperti yang dilansir melalui pihak Kemenlu Indonesia. Jumlah WNI yang berada di Myanmar ada sebanyak 500 orang dan mereka rata-rata tinggal diwilayah Yangon untuk bekerja disektor migas, garmen dan menjadi anak buah kapal. (Chan/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar