Jakarta, Indonesia | Wednesday, 21-04-2021

NEWS UPDATE

DPW Berkarya Sultra Sudah Prediksi Tommy Menang Gugatan

Chan | Kamis,18 Feb 2021 - 17:56:54 WIB

Ketua DPW Partai Berkarya Prov. Sulawesi Tenggara/foto Chandra CityPost

Kendari, CityPost – Polemik kepengurusan Partai Berkarya kini tengah memasuki babak baru, dimana PTUN Jakarta Selatan telah mengabulkan gugatan dari kubu Tommy Soeharto atas SK kepengurusan Partai Berkarya versi Muchdi PR yang diakui Kemenkumham.

Melalui putusan hakim PTUN yang dipublish laman resmi mereka, majelis hakim telah mengabulkan seluruh gugatan yang dilayangkan Tommy Soeharto atas kepengurusan Partai Berkarya.

“Mengabulkan gugatan untuk seluruhnya,” tulis putusan hakim PTUN Jakarta yang dilansir melalui laman resmi mereka pada Rabu (17/2) lalu.

Sementara itu, masih dalam putusan PTUN, disebutkan hakim juga membatalkan dan memerintahkan Menteri Hukum dan HAM untuk segera mencabut dua keputusan, antara lain, Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-16.AH.11.01 Tahun 2020 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Beringin Karya (Berkarya) tanggal 30 Juli 2020 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M. HH-17.AH.11.01 Tahun 2020 tentang Pengesahan Perubahan Susunan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Beringin Karya (Berkarya) Periode 2020-2025 tanggal 30 Juli 2020.

Putusan Hakim juga memberikan hukuman kepada Tergugat dan Tergugat II Intervensi untuk membayar biaya perkara.

“Menghukum Tergugat dan Tergugat II Intervensi untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp. 384.000,” tulis putusan hakim PTUN Jakarta.

Diketahui, polemik kepengurusan Partai Berkarya ini tengah menjadi sorotan semua kader-kader mereka didaerah. Mayoritas kader menyatakan mereka mendukung keputusan dan ikut kepengrusuan bersama Tommy Soeharto.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Sulawesi Tenggara Abdul Hasan Mbou bersama semua jajaran kadernya.

Hasan Mbou mengatakan, pihaknya akan terus mendukung kepengurusan Tommy Soeharto pasalnya sangat tahu apa yang dilakukan oleh kader yang sudah diberhentikan dan tiba-tiba melakukan Munaslub untuk mengambil alih kepengurusan yang sah.

“Kami sudah memprediksi bahwa pihak Mas Tommy yang akan memenangkan dan gugatan dikabulkan, karena kebenaran tidak bisa dikalahkan dengan kebohongan,” tegas Hasan Mbou melalui pernyataan resmi yang disampaikan kepada redaksi CityPost pada Kamis (18/2) hari ini.

Sementara itu, kata Hasan Mbou, jika nantinya pihak tergugat masih terus memaksakan kehendak mereka dan kepengurusan Mas Tommy kalah dalam gugatan hukum, maka mereka akan terus memperjuangkan melalui upaya hukum lainnya.

“Kita akan terus mengawal dan memperjuangkan kepengurusan Mas Tommy sampai keberhasilan dan kebenaran bisa terkuak. Masih ada upaya-upaya hukum lainnya yang akan ditempuh jika upaya yang sudah dilakukan dan dikabulkan majelis hakim PTUN Jakarta dimentahkan kembali,” ujar Hasan Mbou.

Hasan Mbou menegaskan bahwa putusan dikabulkannya gugatan Tommy Soeharto saat ini telah menjadi harapan baru dari semua kader dan memberikan kebangkitan semangat semua pengurus Partai Berkarya didaerah.

Polemik kepengurusan ini dijelaskan bermula dari sebuah Kongres Partai Berkarya yang digelar oleh kelompok Muchdi PR. Mereka mencoba mengambil alih kepengurusan partai yang sah dari Tommy Soeharto. Setelah itu, disebutkan, Muchdi mendaftarkan kepengurusan ke Kemenkumham dan mendapatkan pengesahan kepengursan versinya.

Setelah diketahui Muchdi berhasil mendapatkan pengesahan kepengurusan Partai Berkarya dari Kemenkumham, lalu kubu Tommy Soeharto mulai bereaksi dan melakukan protes dengan menyatakan kongres versi Muchdi tidak sah dan menjelaskan kepengurusan yang sah adalah kepengurusan Tommy Soeharto yang terpilih sebagai Ketua Umum.

Untuk itulah, Tommy Soeharto menjadikan dasar untuk menggugat kelompok Muchdi dengan mendaftarkan gugatan pada 21 September 2020 lalu dan dikabulkan oleh Majelis Hakim PTUN Jakarta pada 16 Februari 2021. Putusan itu dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Umar Dani dan anggota Hakim Muhammad Ilham serta Akhdiat Sastrodinata. (Chan/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar