Jakarta, Indonesia | Wednesday, 21-04-2021

NEWS UPDATE

Khamenei Enggan Tanggapi Lisan AS Kecuali Tindakan

And | Jumat,19 Feb 2021 - 19:56:52 WIB

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei/foto ist SSV youtube ITV News

CityPost – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan mereka tidak ingin mendengarkan suara atau dialog apapunn terkait kesepakatan nuklir 2015 kecuali adanya tindakan nyata yang positif dilakukan oleh para pihak terkait janji yang dilanggar sebelumnya.

Penegasan itu disampaikan Khamenei melalui konferensi pers pada Rabu (17/2) yang disiarkan melalui televisi pemerintah. Dia juga mengatakan Iran telah mendengar banyak pembicaraan dan janji yang baik dan tidak hanya dilanggar tetapi terjadi.

“Kali ini hanya aksi. Jika kita melihat aksi dari sisi lain, kita juga akan bertindak. Republik Islam tidak akan puas dengan janji tindakan,” ujarnya kepada masyarakat Tabriz pada acara peringatan tahun 1978 dalam peristiwa protes yang saat itu memicu revolusi.

Seperti yang dilansir melalui AL Jazeera dilaporkan bahwa sebelumnya Amerika Serikat di era Presiden Donald Trump telah menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan kembali menerapkan sanksi-sanksi kepada Iran.

Kesepakatan 2015 itu sendiri dibuat untuk meredam Iran dalam mengembangkan nuklir dengan imbalan keringanan sanksi jika mereka mau membatasi program nuklir mereka.

Sementara itu, sejak Presiden AS Joe Biden menjabat, dia berencana memulai kembali komitmen untuk memulihkan kesepakatan bersejarah. Tetapi dibawah Biden, AS tidak serta merta masuk kembali kedalam perjanjian 2015 tetapi memberikan syarat terlebih dahulu untuk Iran.

Biden mengatakan Iran harus kembali pada komitmen nuklir yang sudah disepakati barulah pihak Amerika Serikat akan kembali pada komitmennya.

Sayangnya, kedua negara baik AS maupun Iran sama-sama bersikeras untuk mempertahankan argumentasinya masing-masing. AS meminta Iran bertindak lebih dulu dan sebaliknya Iran meminta AS berkomitmen dulu.

Khamenei mengatakan kebijakan definitif Iran tentang Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) sebagaimana kesepakatan itu secara resmi diketahui, adalah bahwa AS harus mencabut sanksi terlebih dahulu karena secara sepihak melanggar kesepakatan. (And/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar