Jakarta, Indonesia | Wednesday, 21-04-2021

NEWS UPDATE

Biden Tegaskan China Akan Dapat Konsekuensi Terkait Uighur

And | Jumat,19 Feb 2021 - 19:57:34 WIB

Presiden AS Joe Biden/foto ist SSV youtube BBC

CityPost – Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan bahwa pemerintah China akan mendapatkan konsekuensi atas pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan terhadap etnis minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.

Bahkan bukan cuma itu, Biden juga menyatakan China akan membayar harga atas segala pelanggaran hak asasi manusia yang mereka lakukan. Penegasan itu disampaikan Biden melalui sebuah acara televisi tentang penanganan Uighur ditengah maraknya kritik global yang menyudutkan Presiden China Xi Jinping usai menahan etnis Uighur di kamp-kamp interniran.

“Yah, akan ada dampaknya bagi China dan dia tahu itu,” tegas Biden menyindir Xi Jinping saat tampil di CNN pada Selasa (16/2) lalu.

Dibawah kepemimpinan Biden, dijelaskan bahwa AS akan kembali memainkan peran mereka dikancah global. Khususnya dalam menjaga dan menyuarakan hak asasi manusia. Untuk itu, AS bakal bekerjasama dengan komunitas internasional.

“China berusaha sangat keras untuk menjadi pemimpin dunia dan untuk mendapatkan julukan itu dan mampu melakukan itu mereka harus mendapatkan kepercayaan dari negara lain. Selama mereka terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan hak asasi manusia, akan sulit bagi mereka untuk melakukan itu,” ujar Biden.

Seperti yang dilansir melalui Al Jazeera, dilaporkan bahwa sebelumnya Biden juga sempat berkomunikasi dengan Xi Jinping dan pembicaraan ditekankan pada seputar pelestarian kawasan indo Pasifik yang bebas dan terbuka dimana AS dan China akan menjadi saingan strategis yang utama.

Biden juga menyampaikan rasa prihatin kepada Xi atas pelanggaran HAM yang terjadi di China dan adanya praktik perdagangan yang tidak adil dan cenderung memaksa. Seperti kekerasan di Hong Kong, penahanan di Xinjiang, tindakan-tindakan tegas di Asia, masalah Taiwan dan klaim lainnya.

Kendati demikian, seperti biasanya. Xi Jinping tetap membantah tuduhan yang menyebutkan China melakukan pelanggaran di Xinjiang pasalnya kamp disana diperuntukkan sebagai sarana kejuruan dan pelatihan dalam membantu membasmi ekstremisme dan separatisme Islam. (And/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar