Jakarta, Indonesia | Wednesday, 21-04-2021

NEWS UPDATE

Carrie Lam Bela China Atas Penguasaannya Terhadap Hong Kong

And | Selasa,23 Feb 2021 - 22:03:18 WIB

Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam/foto ist SSV youtube Global News

CityPost – Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memberikan dukungan kepada China atas rencana patriot mereka dalam menguasai kota yang diperlukan agar bisa menghentikan kebencian terhadap Beijing dan tetap mempertahankan model tata kelola sebuah negara dengan dua sistem untuk terapan wilayah semi otonom.

Dukungan itu disampaikan Lam melalui konferensi Pers mingguan pada Selasa (23/2) usai seorang anggota kunci kabinet China memberikan sinyalemen perubahan sistem pemilihan Hong Kong untuk menggiring kelompok oposisi pro demokrasi yang ada dilembaga-lembaga kota.

Sementara itu, Direktur Kantor Urusan Hong Kong dan Makau Dewan Negara, Xia Baolong mengatakan bahwa Hong Kong saat ini dapat diperintah oleh patriot, sebuah istilah yang disebutkan untuk orang-orang yang mencintai China. Baik konstitusi maupun kelompok partai komunis tetapi tidak untuk mereka yang anti China atau para pembuat onar.

“Pos-pos penting dalam setiap keadaan tidak boleh diambil oleh siapapun yang menentang China dan mengganggu Hong Kong. Mereka yang menentang patriot adalah perusak prinsip satu negara, dua sistem dan mereka seharusnya tidak diizinkan untuk mengambil bagian dari kekuatan politik wilayah administratif khusus Hong Kong. Tidak sekarang, tidak selamanya,” tegas Xia.

Seperti yang dilansir melalui Al Jazeera disebutkan bahwa, upaya itu sejauh ini masih terus dikonsolidasikan, terkait perubahan otoriter yang telah diambil oleh pihak Hong Kong sejak UU Keamanan Nasional China diberlakukan diwilayah semi otonom pada Juni 2020 lalu, seiring dilakukannya penangkapan terhadap sebagian besar politisi dan aktivis pro demokrasi ternama.

UU Keamanan Nasional China itu diperkenalkan dan diterbitkan sejak mencuatkan aksi demonstrasi besar-besaran di Hong Kong menolak Ruu Ekstradisi Massal yang memungkinkan para pelaku kejahatan bisa disidang dan dihukum di China.

Lam saat menanggapi  Xia mengatakan bahwa protes yang menuntut demokrasi atau memblokir undang-undang yang diusulkan oleh berbagai pemerintah pro Beijing telah memicu kebencian terhadap Beijing dan pemerintah Hong Kong.

“Rangkaian insiden ini membuat pemerintah pusat khawatir dan tentu saja bagi saya sebagai kepala eksekutif juga mengkhawatirkan. Untuk menghentikan situasi memburuk ke titik dimana satu negara, dua sistem, hampir tidak dapat dilakukan, masalah tersebut perlu ditangani ditingkat pemerintah pusat,” ungkap Lam. (And/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar