Jakarta, Indonesia | Wednesday, 21-04-2021

NEWS UPDATE

AS Turun Tangan Sikapi Kudeta Myanmar, Dua Jenderal Disanksi

And | Rabu,24 Feb 2021 - 22:12:19 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist SSV youtube BBC News

CityPost – Aksi kudeta militer yang terjadi di Myanmar dan penangkapan terhadap Pemimpin Sipil Aung San Suu Kyi hingga kini terus menjadi perhatian pemerintah Amerika Serikat. Bahkan disebutkan AS kini sudah memberikan sanksi kepada dua jenderal yang terlibat dalam kudeta.

Disebutkan, AS memberikan sanksi kepada jenderal tersebut usai adanya dua orang demonstran yang tewas dalam aksi unjuk rasa menolak kudeta militer pada 1 Februari lalu. Juga terkait adanya ancaman kekerasan yang terjadi dilapangan.

Sementara ini, Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan AS Antony Blinken  mengatakan pada Senin (22/2) lalu bahwa sanksi itu diberikan sebagai tanggapan atas pembunuhan yang dilakukan pasukan keamanan terhadap pengunjuk rasa damai hingga dua orang demonstran tewas selama akhir pekan ini. Satu orang pengunjuk rasa wanita berusia 23 tahun tewas karena luka-luka yang dideritanya setelah mendapatkan serangan dan ditembak dikepala pada 9 Februari lalu.

Seperti yang dilansir melalui Al Jazeera, dilaporkan sanksi AS diberikan kepada Jenderal Moe Myint Tun dan Jenderal Maung Maung Kyaw yang merupakan Dewan Administrasi Negara (SAC) yang dibentuk militer untuk memerintah negara pasca kudeta militer berlangsung dan kekuasaan direbut dari Suu Kyi.

“Penunjukan hari ini adalah langkah lain untuk mempromosikan akuntabilitas bagi para pemimpin militer yang melakukan kekerasan dan upaya untuk menekan keinginan rakyat,” tulis Antony Blinken melalui cuitan akun twitternya.

Diketahui, pasca kudeta militer berlangsung, ratusan ribu rakyat Myanmar yang tidak setuju akhirnya menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran diseluruh kota dan melakukan gerakan pembangkangan sipil sebagai bentuk penolakan pengambilan paksa kekuasaan dari Suu Kyi ke militer.

Aksi itu juga diikuti oleh kalangan sipil, dokter, guru, insinyur dan pegawai negeri sipil yang semuanya memutuskan untuk melakukan mogok kerja.

Sementara itu, dalam sanksi AS nantinya perusahaan atau individu AS dilarang melakukan kerjasama dengan Jenderal Moe Myint dan Jenderang Maung Maung. Kedua jenderal itu juga asetnya akan dibekukan. (And/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar