Jakarta, Indonesia | Saturday, 18-09-2021

NEWS UPDATE

Indonesia dan Swiss Lirik Perjanjian Dagang Kelapa Sawit

Chan | Selasa,02 Mar 2021 - 16:55:14 WIB

Kebun Kelapa Wasit (ilustrasi)/foto ist SSV Indonesia Nature Film Society

Jakarta, CityPost – Pemerintah Indonesia dan Swiss saat ini tengah memberikan perhatian kepada kerjasama bilateral melalui pembahasan perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan tema tarif impor minyak kelapa sawit.

Para pemilih di Swiss memilih isu tersebut namun disebutkan banyak jajak pendapat yang memprediksi referendum yang akan berlangsung dengan ketat.

Saat ini, Swiss sendiri sudah menandatangani perjanjian dagang dengan Indonesia sejak 2018 lalu bersama dengan para anggota Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA), Norwegia dan Liechtenstein.

Dijelaskan, melalui FTA, kedua belah pihak nantinya secara bertahap akan mulai mengurangi atau menghapus sejumlah tarif impor untuk produk-produk industri. Salah satunya kelapa sawit, dimana Swiss akan mengurangi tarif impor sebesar 20-40 persen untuk berat hingga 12.500 ton per tahunnya. Kendati demikian, semua tidak begitu saja dilakukan namun dengan syarat jika standar kesinambungan sudah bisa dipenuhi.

Diketahui, Indonesia selama ini dikenal sebagai produsen utama minyak kelapa sawit dunia. Hasil produksinya kebanyakan digunakan sebagai produk kosmetik, makanan dan bahan bakar hayati.

Namun, dalam perjalanannya, industri kelapa sawit banyak ditentang oleh para aktivis lingkungan hidup dan konsumen yang menilai minyal kelapa sawit termasuk elemen yang bertanggungjawab atas terjadinya deforestasi, kebakaran hutan dan eksploitasi pekerja.

Sementara itu, untuk FTA. Swiss sejauh ini memiliki lebih dari 30 perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara diluar Uni Eropa dan EFTA. Belakangan pihak Uni Eropa juga sedang melakukan perundingan dagang dengan Indonesia. (Chan/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar