Jakarta, Indonesia | Monday, 21-06-2021

NEWS UPDATE

KPK Klaim Ada Bukti Terkait Effendi Gazali Di Skandal Bansos

Chan | Senin,29 Mar 2021 - 17:23:05 WIB

Pakar komunikasi Effendi Gazali/foto ist SSV youtube Kompas TV

Jakarta, CityPost – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini mengklaim memiliki bukti kuat terkait pengamat komunikasi Effendi Gazali  terkait skandal suap Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 yang melibatkan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara.

Hal itu disampaikan oleh Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri yang juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan sembarangan memanggil orang untuk dijadikan saksi dalam penyidikan kasus-kasus korupsi. Termasuk pemanggilan terhadap Effendi Gazali.

Ali mengatakan, pemanggilan Effendi dan pemeriksaannya sudah memiliki dasar, khususnya pada Kamis (25/3) lalu. Dia dijadikan sanksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Matheus Joko Santoso.

“Penyidik memanggil yang bersangkutan sebagai saksi tentu karena ada kebutuhan penyidikan,” ungkap Ali di Jakarta pada Minggu (28/3) lalu.

Pemeriksaan itu, kata Ali, berawal dari sejumlah temuan bukti dan keterangan saksi lain atau tersangka maupun bukti pendukung seperti dokumen yang sudah dipegang oleh penyidik KPK terkait dugaan keterkaitan Effendi dalam pelaksanaan pengadaan bansos.

“Ada data dan informasi yang perlu dikonfirmasi kepada yang bersangkutan terkait dengan pelaksanaan pengadaan bansos dimaksud,” tukasnya.

Disebutkan, dalam penyidikan, penyidik meminta keterangan Effendi untuk masalah rekomendasi terhadap salah satu perusahaan vendor atau rekanan dalam pengadaan bansos Covid19. Usulan itu disampaikan Effendi melalui PPK Kemensos Adi Wahyono yang kini juga sudah menjadi tersangka.

“Effendi Gazali didalami pengetahuannya terkait pelaksanaan pengadaan bansos di Kemensos tahun 2020 antara lain terkait adanya dugaan rekomendasi salah satu vendor yang diusulkan oleh saksi melalui tersangka AW (Adi Wahyono) untuk mengikuti pengadaan bansos diwilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemensos,” jelas Ali.

Diketahui, sejauh ini Effendi telah membantah bahwa namanya masuk kedalam daftar berita acara pemeriksaan tersangka Matheus Joko Santoso. Dia juga membantah mendapatkan kuota bernilai puluhan miliar dan menerima cipratan uang terkait proyek bansos. (Chan/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar