Jakarta, Indonesia | Monday, 21-06-2021

NEWS UPDATE

Effendi Pertanyakan Kapan Dewa Bansos Diperiksa KPK

Chan | Senin,29 Mar 2021 - 17:23:44 WIB

Pakar komunikasi Effendi Gazali/foto ist SSV youtube Kompas TV

Jakarta, CityPost – Skandal suap Bansos Covid-19 yang membuat geram seluruh masyarakat Indonesia saat ini terus dikembangkan oleh KPK. Desakan hukuman mati bagi pelakunya terus menyeruak pasalnya korupsi bantuan sosial dianggap sebagai hal yang sangat keterlaluan.

Terkait pemeriksaan skandal bansos tersebut, selain menetapkan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara dan pihak lainnya sebagai tersangka. Kini KPK mengembangkan kasus tersebut dan telah memeriksa pakar komunikasi Effendi Gazali terkait keterlibatannnya dalam rekomendasi vendor untuk bansos tersebut.

Disebutkan, dalam penyidikan, penyidik meminta keterangan Effendi untuk masalah rekomendasi terhadap salah satu perusahaan vendor atau rekanan dalam pengadaan bansos Covid19. Usulan itu disampaikan Effendi melalui PPK Kemensos Adi Wahyono yang kini juga sudah menjadi tersangka.

“Effendi Gazali didalami pengetahuannya terkait pelaksanaan pengadaan bansos di Kemensos tahun 2020 antara lain terkait adanya dugaan rekomendasi salah satu vendor yang diusulkan oleh saksi melalui tersangka AW (Adi Wahyono) untuk mengikuti pengadaan bansos diwilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemensos,” jelas Ali.

Diketahui, sejauh ini Effendi telah membantah bahwa namanya masuk kedalam daftar berita acara pemeriksaan tersangka Matheus Joko Santoso. Dia juga membantah mendapatkan kuota bernilai puluhan miliar dan menerima cipratan uang terkait proyek bansos.

Kendati demikian, Effendi tak menapik pernah bertemu dengan Adi Wahyono ketika menjadi moderator dalam seminar nasional riset tentang bansos pada 23 Juli 2020 lalu.

“Jangan orang terdzalimi dong, kan tidak semua orang itu apa namanya langsung jatahnya diambil, dibagi-bagi sama yang besar-besar, yang itu kan tujuannya adalah UMKM dan dia tidak didirikan hanya pada saat proyek itu,” ungkap Effendi.

Effendi menjelaskan bahwa maksud dari terdzalimi adalah proses kalah bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar dan dengan dewa-dewa yang mendapatkan kuota sampai habis.

“ya kan, kalah bersaing dengan dewa-dewa. Ya karena kuotanya sudah habis diambil dewa-dewa,” ucapnya.

Sayangnya, Effendi tidak menjelaskan siapa perusahaan-perusahaan besar atau dewa-dewa yang menghabiskan kuota bansos tersebut. Dia hanya menyerukan kapan mereka semua diperiksa.

“Saya sudah datang saya sudah dipanggil sudah memenuhi panggilan walaupun Cuma di WA ya kan, saya datang. Yang besar-besar kapan nih dipanggilnya. Silahkan bapak dan ibu cari sendiri,” tegas Effendi. (Chan/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar