Jakarta, Indonesia | Monday, 21-06-2021

NEWS UPDATE

Serangan Islamofobia Picu Kekhawatiran Muslim Kanada

Andre | Rabu,09 Jun 2021 - 21:37:50 WIB

Polisi steril area pembunuhan keluarga Muslim di Kanada/foto ist SSV Youtube Global News

CityPost – Peristiwa tragis menimpa sebuah keluarga Muslim di Kanada. Sebelumnya, keluarga Afzaal sedang menikmati jalan sore pada Minggu (6/6) lalu. Saat mereka hendak menyeberang jalan di London, Ontario. Sebuah mobil menabrak hingga menewaskan keluarga itu.

Namun, dalam serangan tabrak mobil yang dimotivasi karena kebencian dan Islamofobia itu, seorang anak berusia Sembilan tahun selamat dan mengalami luka serius.

Polisi setempat mengatakan pelaku sengaja melakukan serangan dengan motif kebencian anti Muslim dan Islamofobia. Alhasil, usai serangan itu terjadi masyarakat Muslim mengaku khawatir khususnya ketika mengingat peristiwa pembantaian di Masjid Quebec, Selandia Baru dimana jamaah yang hendak melakukan Shalat Jumat dibantai dengan senapan serbu oleh pelaku Islamofobia.

“Sentimen yang saya dengar diseluruh papan, dan saya piker semua orang merasakan, (adalah) bahwa itu bisa menjadi salah satu dari kita,” ungkap salah seorang mahasiswi berusia 31 tahun yang bernama Selma Tobah.

Seperti yang dilansir Al Jazeera, Selma mengaku kerap melakukan jalan sore bersama dengan keluarga dan teman-temannya dan serangan itu menurutnya bias juga menimpa diri dan keluarganya.

“Mereka baru saja jalan-jalan sore. Saya selalu jalan-jalan sore bersama teman dan keluarga. Saya memakai jilbab, ibu saya, saudara perempuan saya, teman-teman saya. Jadi itu benar-benar bisa menjadi salah satu dari kita,” ujarnya.

Sementara itu, terkait tewasnya empat orang dari keluarga Muslim. Polisi menegaskan bahwa keluarga itu sudah menjadi target dan serangan itu merupakan tindakan yang disengaja dan terjadi sekitar pukul 20.40 waktu setempat pada Minggu (6/6) lalu.

“Kami yakin para korban menjadi sasaran karena keyakinan Islam mereka,” tegas kepala polisi Steve Williams dihadapan awak media.

Diketahui, mereka yang tewas adalah anggota keluarga muslim terdiri dari Salman Afzaal, istrinya Madiha, Ibunda Salman dan putri mereka Yumna. Namun, seorang anak laki-laki berusia Sembilan tahun selamat dan pihak media tidak mempublikasikan namanya karena masih dibawah umur.

Pelaku penyerangan diidentifikasi oleh pihak berwenang sebagai Nathaniel Veltman berusia 20 tahun dan sudah ditangkap serta didakwa dengan empat pasal pembunuhan tingkat pertama dan satu tuduhan percobaan pembunuhan.

Mengacu pada data statistic Kanada disebutkan bahwa, tindakan serangan bermotif kebencian dan Islamofobia yang menargetkan Muslim meningkat. Dari 166 insiden pada 2019 kini menjadi 181 insiden.

Menanggapi peristiwa tersebut, Walikota London Ed Holder mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan perintah berkabung selama tiga hari yang diadakan dikota tersebut usai serangan terjadi.

“Biar saya perjelas, ini adalah tindakan pembunuhan massal, yang dilakukan terhadap Muslim, terhadap warga London dan berakar pada kebencian yang tak terkatakan,” tegas Holder.

Sikap prihatin dan simpati juga diberikan di Parlemen Kanada di Ibukota Ottawa, dimana ditempat itu Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengheningkan cipta bagi keluarga korban kekerasan yang mematikan itu.

Justin menegaskan serangan itu sebagai aksi terorisme yang dimotivasi oleh kebencian disalah satu komunitas yang ada di Kanada.

“Serangan teroris yang dimotivasi oleh kebencian dihati salah satu komunitas kami. Tidak seperti setiap malam lainnya, keluarga itu tidak pernah pulang. Nyawa mereka diambil dalam tindakan kekerasan yang brutal, pengecut dan kurang ajar. Pembunuhan ini bukan kebetulan,” tegas Trudeau.

Perdana Menteri Kanada ini juga berjanji akan melakukan dan mengambil tindakan lebih keras terhadap kelompok sayap kanan yang ada dinegaranya. (And/iat)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar