Jakarta, Indonesia | Monday, 21-06-2021

NEWS UPDATE

Polisi: Geng Perdagangan Anak Gunakan Tik Tok Kelabui Korban

Andre | Rabu,09 Jun 2021 - 21:50:47 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist SSV Youtube AP Archive

CityPost – Seorang polisi Dhaka mengungkap bahwa para pelaku penyelundupan di Bangladesh kerap menggunakan Tik Tok untuk mengelabui dan memikat para korbannya yang terdiri dari anak-anak perempuan yang akan diperdagangkan kenegara India.

Sejauh ini, polisi telah berhasil menangkap 11 pelaku yang dicurigai bagian dari geng perdagangan manusia di Bangladesh untuk dijadikan pekerja seks.

Seperti yang dilansir Al Jazeera, disebutkan pemimpin yang diduga sebagai ketua geng penyelundup diidentifikasi sebagai Rafizul Islam Ridoy yang dijuluki sebagai Tik Tok Ridoy. Dia kerap memikat gadis-gadis belia melalui Tik Tok dan kelompok media social lainnya dan berjanji menjadikan mereka sebagai model Tik Tok.

Informasi itu diungkap oleh unit paramiliter Batalyon Aksi Cepat (RAB) Bangladesh pada Selasa (8/6) lalu dihadapan awak media setempat.

RAB mengatakan para korban perdagangan manusia itu diselundupkan ke India Selatan dan dipaksa menjadi pekerja seks. Sementara itu, terkait penangkapan. Hal itu dilakukan usai adanya rekaman video yang viral dugaan serangan seksual terhadap seorang wanita Bangladesh dimedia social pada akhir Mei lalu. Dari sanalah penyelidikan mulai dilakukan terhadap geng penyelundup tersebut.

Wakil Komisaris Polisi Dhaka Mohammad Shahidullah menginformasikan bahwa ada penangkapan terbaru tekait geng penyelundup pada Senin (7/6) lalu. Dua orang lelaki ditahan di distrik perbatasan barat daya di Bangladesh usai dituding melakukan perdagangan anak perempuan berusia 17 hingga 22 tahun.

“Salah satu dari mereka mengatakan kepada kami bahwa dia telah mengirim 1.000 orang ke India,” ungkap Shahidullah. Seperti yang dilansir melalui AFP.

Sementara itu, Komisaris Polisi Kota Bengaluru Kamal Pant mengatakan ada Sembilan orang yang sudah ditangkap di Bangladesh dan dua lainnya dipusat teknologi India Bengaluru. Sedangkan empat lainnya ditangkap dan dituduh melakukan pemerkosaan serta bersekongkol dengan dugaan serangan seksual yang terekam dalam video viral. (And/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar