Jakarta, Indonesia | Saturday, 18-09-2021

NEWS UPDATE

NATO Sebut China Sebagai Tantangan Sistemik Atlantik

Andre | Senin,14 Jun 2021 - 00:00:33 WIB

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg/foto ist SSV Youtube CNBC Internatioan TV

CityPost – Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mulai khawatir dengan pergerakan China didunia. Dia lantas menyerukan kepada aliansi keamanan transatlantik untuk menujukkan sikap tegas dalam menghadapinya.

Disebutkan, kebangkitan China, pertumbuhan kekuatan ekonomi, politik dan militernya menjadi tantangan yang sistemik untuk keamanan Atlantik. Apalagi Beijing dinilai tidak memiliki nilai kesamaan dengan kelompok 30 anggota lainya.

Kendati demikian Stoltenberg membantah sebutan perang dingin antara kekuatan Barat dan China. Dia bilang Beijing bukan musuh tetapi sebagai tantangan keamanan.

“China bukan musuh kita, bukan musuh kita. Tetapi kita perlu mengatasi bersama sebagai aliansi tantangan yang ditimbulkan oleh kebangkitan China terhadap keamanan kita. China semakin dekat dengan kita. Kami melihat mereka didunia maya, kami melihat China di Afrika, tetapi kami juga melihat China berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur penting kami sendiri,” ungkap Stoltenberg dihadapan awak media saat berada dikantor NATO di Brussels, Belgia sebelum KTT dimulai.

Sementara itu, seperti yang dilansir Reuters dan Al Jazeera dilaporkan bahwa saat ini para diplomat untuk komunikasi terakhir, mereka tidak akan menyebut China sebagai musuh tetapi bakal menunjukkan keprihatinan dan menggambarkannya sebagai tantangan sistemik terhadap keamanan atlantik. Khususnya ketika negeri Tirai Bambu itu bergabung dengan Rusia melalui latihan militer bersama dan meluncurkan serangan siber juga terkait pembangunan Angkatan Lautnya yang cepat.

Pada KTT G7 dinilai akan ada sebuah upaya dan harapan membahas pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terjadi terhadap etnis minoritas Muslim Uighur di Xinjiang dan juga tentang otonomi tingkat tinggi Hong Kong dan menuntut penyelidikan penuh serta menyeluruh akan asal-usul virus corona di China. (And/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar