Jakarta, Indonesia | Saturday, 18-09-2021

NEWS UPDATE

Erdogan Tegaskan Tetap Akan Beli S400 Dihadapan Biden

Andre | Sabtu,19 Jun 2021 - 12:27:34 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat menghadiri KTT NATO di Brussels/foto ist SSV Youtube AFP News Agency

CityPost – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden bahwa pihaknya akan tetap membeli sistem pertahanan rudal buatan Rusia S400 yang telah disetujui sebelumnya oleh Washington.

Pembicaraan tersebut dilakukan secara tatap muka, ketika Erdogan dan Biden bertemu dipertemuan puncak NATO pada Senin lalu. Disampaikan dalam pembahasan tidak ada informasi terkait terobosan yang signifikan mengenai perselisihan kedua Negara itu, Baik menyangkut S400 ataupun masalah Suriah dan yang lainnya.

Seperti yang dilansir melalui Al Jazeera, dilaporkan bahwa ketegangan antara Turki dan AS sejak Erdogan memutuskan untuk membeli pertahanan rudal S400 buatan Rusia yang dianggap AS tidak kompatibel dengan pertahanan aliansi dan bias mengancam jet tempur F35 buatan AS. Karena itulah akhirnya AS mengeluarkan Turki dari program F35.

“Saya memberi tahu (Biden) bahwa mereka seharusnya tidak mengharapkan Turki untuk mengambil langkah berbeda pada masalah F35 dan S400, karena kami melakukan apa yang harus kami lakukan untuk F35 dan memberikan uang yang diperlukan. Kita harus memantau perkembangannya dengan cermat. Kami akan menindaklanjuti semua hak kami,” tegas Erdogan pada Kamis (17/6) lalu.

Erdogan juga menyampaikan bakal melakukan progres atas pertemuannya dengan Biden melalui kedua menteri pertahanan negara masing-masing.

“Pada periode berikutnya, para menteri luar negeri, menteri pertahanan dan ketua industri pertahanan kami akan memajukan proses ini dengan bertemu dengan rekan-rekan mereka,” ujar Erdogan.

Disampaikan juga bahwa saat ini Turki dan AS tengah mengupayakan untuk mengesampingkan perbedaan dan perselisihan antara keduanya selama ini dan memilih fokus pada kerjasama menangani Afghanistan dan Suriah.

Disisi lainnya, Turki mengaku marah kepada AS atas dukungan mereka terhadap milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) di Suriah dan dianggap sebagai kelompok teroris oleh Turki.

Sementara itu, pada kesempatan yang berbeda. Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengatakan Senin lalu Turki telah memainkan peran kunci dipertemuan NATO. Namun sayang tidak ada keputusan apapun yang dibuat dalam KTT tersebut. (And/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar