Jakarta, Indonesia | Saturday, 18-09-2021

NEWS UPDATE

Guterres Kembali Terpilih Menjadi Sekjen PBB

Andre | Sabtu,19 Jun 2021 - 16:09:03 WIB

Sekjend PBB Antonio Guterres/foto ist SSV Youtube United Nations

CityPost – Antonio Guterres saat ini terpilih kembali menjadi Sekretaris Jenderal PBB. Dengan demikian, dia akan menjabat untuk periode kedua dalam kurun lima tahun kedepan usai berhasil mendapatkan suara bulat dari 193 negara anggota di Majelis Umum PBB.

Diketahui, Guterres merupakan pria kelahiran Portugis dan kini berusia 72 tahun. Dia merupakan satu-satunya kandidat yang tetap mendapatkan tempat dihati pemilihnya. Sosoknya yang dianggap rendah hati dan bersemangat telah memikat semua anggota yang hadir di Majelis Umum.

“Saya akan memberikan segalanya, untuk memastikan tumbuhnya kepercayaan antara dan diantara Negara-negara besar dan kecil, untuk membangun jembatan dan untuk terlibat tanpa henti dalam membangun kepercayaan,” ungkap Guterres dihadapan Majelis Umum PBB saat mengambil sumpah jabatan.

Guterres juga tengah mengusung tema pencegahan dalam segala hal, baik aspek dari konflik, perubahan iklim pandemic, kemiskinan maupun ketidaksetaraan diperiode kedua jabatannya.

Seperti yang dilansir melalui Al Jazeera, dilaporkan bahwa Guterres dipilih secara aklamasi tanpa pemungutan suara. Hal itu disampaikan dan diumumkan oleh Presiden Majelis Volkan Bozkir dengan iringan tepuk tangan dari pada duta besar yang hadir diruang sidang.

Atas terpilihnya Guterres, maka secara resmi dia akan memulai masa jabatan barunya pada 1 Januari 2022 mendatang. Guterres sendiri sebelumnya menggantikan mantan Sekjen PBB Van Ki Moon pada Januari 2017.

Dimasa jabatannya pertamanya, Guterres menghadapi tantangan yang berat, dimana saat itu dia dihadapkan oleh watak dan karakter Presiden Amerika Serikat Donal Trump yang keras dan arogan yang kerap mempertanyakan nilai PBB dan multilateralisme.

Sementara itu, Guterres harus piawai menjembatani pasalnya AS merupakan donator dan kontributor keuangan terbesar bagi PBB dan bertanggungjawab atas 22 persen dari anggaran regular dan sekitar seperempat dari anggaran pemelihara perdamaian dunia.

Kendati diera Trump anggaran itu dipotong, namun sejak Presiden Joe Biden memimpin dan mulai menjabat, anggaran itu telah dipulihkan dan dikembalikan seperti semula ke PBB. (And/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar