Jakarta, Indonesia | Saturday, 23-10-2021

NEWS UPDATE

Majelis Hakim Sarankan HRS Minta Pengampunan Jokowi

Chandra | Kamis,24 Jun 2021 - 13:52:51 WIB

Sidang vonis HRS untuk kasus RS Ummi Bogor di PN Jakarta Timur pada Kamis (24/6)/foto ist SSVT @QaillaAsyiqah

 

Jakarta, CityPost – Kasus hasil test swab Habib Rizieq Shihab (HRS)  di RS Ummi Bogor, Jawa Barat saat ini tengah masuk kedalam siding pembacaan vonis setelah sebelumnya semua proses hukum dan peradilan dijalankan oleh kedua belah pihak.

Sebelum membacakan hasil vonis kasus hasil test swab yang melibatkan terdakwa HRS, Majelis Hakim terlebih dahulu memberikan opsi kepada terdakwa untuk memilih langkah yang akan dilakukan setelahnya.

Opsi tersebut adalah sikap menerima atau menolak hasil putusan pengadilan atau mengajukan banding atas putusan tersebut.

Kemudian opsi lainnya, HRS diminta mengajukan permohonan pengampunan kepada Presiden Joko Widodo atau yang dikenal grasi dalam istilah hukum.

Dari tiga opsi yang ditawarkan Majelis Hakim, Habib Rizieq Shihab dengan tegas langsung menjawab akan melakukan banding.

“Dengan ini saya menolak putusan Majelis Hakim. Saya nyatakan banding, terima kasih, Wassalamualaikum warahmatullah hiwabarakatuh,” tegas HRS.

Majelis Hakim PN Jakarta Timur akhirnya memutuskan vonis hukuman penjara 4 tahun yang ditetapkan lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut HRS dengan hukuman 6 tahun penjara.

“Memperhatikan Pasal 14 ayat 1 UU Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946, tentang peraturan hukum pidana Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana. UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang acara hukum pidana, serta peraturan perundangan lain yang bersangkutan. Mengadili, Satu. Menyatakan terdakwa Muhammad Rizieq bin Husein Shihab alias Habib Muhammad Rizieq Shihab, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan perbuatan dengan menyiarkan pemberitahuan umum dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat sebagaimana dalam dakwaan primer penuntut umum. Dua, menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pindana penjara selama 4 tahun,” ucap Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Timur saat membacakan vonis HRS.

HRS sendiri didakwa dengan dakwaan primer Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana. (Chan/ist)


 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar