Jakarta, Indonesia | Saturday, 23-10-2021

NEWS UPDATE

Visi Poros Maritim, Yudo Dinilai Ideal Jadi Panglima TNI

Chandra | Kamis,24 Jun 2021 - 20:20:43 WIB

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono (kiri) dan Presiden Joko Widodo (kanan)/foto ist SSV Youtube A3N Channel dan cnnindonesia

Jakarta, CityPost – Pergantian pucuk pimpinan tertinggi TNI saat ini menjadi perhatian publik Indonesia, khususnya menjelang massa pensiun dari Panglima TNI Marsekal TNI Dr Hadi Tjahjanto S.I.P. Dua nama yang ditengarai menjadi kandidat terkuat muncul kepermukaan.

Nama KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, S.E., M.A., M.Phil., Ph.D dan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M kabarnya sudah masuk kedalam kantung Presiden Joko Widodo yang nantinya dipersiapkan untuk mengganti Hadi menjadi Panglima TNI berikutnya.

Kedua kandidat tersebut menurut analis adalah putra-putra terbaik bangsa yang sama-sama berprestasi dan menjadi kadidat kuat menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

Namun, jika dikaitkan dengan ambisi dan visi Presiden Jokowi yang akan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan Poros Maritim Dunia, Yudo dinilai lebih berpeluang memikat pangsa hati presiden.

Terkait dalam konteks pemilihan Panglima TNI itu sendiri, menurut analis Jokowi juga harus memikirkan azas keadilan agar soliditas internal TNI tetap terjada dengan baik. Dengan kata lain taka da matahari kembar.

Sementara itu, jika dikaitkan dengan visi Poros Maritim Dunia yang digaungkan Jokowi, tentunya akan hanya akan menjadi anomali ketika selama menjabat Presiden, belum pernah mengangkat KSAL menjadi Panglima TNI agar bisa sepenuhnya mendukung visi Poros Maritim Dunia.

Guru Besar universitas Padjajaran (Unpad) Profesor Muradi menegaskan bahwa jika pada UU TNI tentang pergiliran jabatan Panglima TNI, maka KSAL Laksamana Yudo Margono yang berhak menggantikan posisi Hadi Tjahjanto.

Muradi mengatakan, selama Jokowi terpilih sebagai Presiden mulai dari periode pertama hingga yang kedua, belum pernah mengangkat Panglima TNI dari matra Angkatan Laut.

“Maksud saya memang harus adil memberikan kesempatan kepada angkatan lain supaya bergilir,” ungkap Muradi.

Menanggapi nama-nama yang bakal dijadikan sebagai Panglima TNI, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menyatakan bahwa terkait calon Panglima TNI sepenuhnya merupakan hak Jokowi dan hingga kini presiden belum memilih siapa sosok yang bakal ditunjuk.

“tentu Presiden Jokowi yang memiliki hak prerogratif untuk menentukan siapa Panglima TNI. Kita tunggu saja, pasti dipilih yang terbaik,”jelas Fadjroel.

Diketahui sebelumnya, ambisi Presiden Joko Widodo terkait visinya menjadikan Indonesia sebagai kekuatan Poros Maritim Dunia sejauh ini masih terus bergulir. Khususnya dalam upaya mempercepat dalam mengintegrasikan sumber daya darat, laut dan kesejahteraan masyarakat.

Sayangnya pencapaian tersebut masih belum banyak mendapatkan kemajuan yang signifikan, seiring masuknya jabatan pada periode kedua.

Namun, pada periode kedua ini, Jokowi dinilai masih memiliki peluang untuk menggapai impiannya menjadikan Indonesia sebagai kekuatan Poros Maritim Dunia. Baik dengan cara pembangunan infrastruktur maritime maupun membentuk mindset publik sebagai bangsa maritim, berinvestasi melalui teknologi lanjutan dan mengintegrasikan potensi sumber daya ekonomi darat dan laut sebagai kekuatan ekonomi nasional. (Chan/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar