Jakarta, Indonesia | Monday, 15-08-2022

NEWS UPDATE

Kemenkop Gandeng Dekranas Geliatkan Dunia Pengrajin

Agus | Selasa,26 Okt 2021 - 22:01:53 WIB

Acara Sinergi Program Kegiatan Kemenkop dan Dekranas pada Selasa (26/10) hari ini di Mandalika, Nusa Tenggara Barat/foto Agus CityPost

Mandalika, CityPost - Keberadaan para pengrajin di Indonesia saat ini merupakan bagian dari domain penanda atau ciri khas sebuah destinasi wisata. Hal inilah yang menjadi perhatian pemerintah untuk memicu dan mengembangkan eksistensi mereka ditengah lesunya berbagai unit usaha karena terdampak pandemi.

Untuk mengembangkan dan mendorong bangkitnya kembali dunia pengrajin Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) untuk mengimplementasi sejumlah program kerja di lima wilayah destinasi unggulan seperti, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Borobudur Magelang, Danau Toba Sumatera Utara dan Likupang Sulawesi Utara.

Ketua Dekranas Bidang Manajemen Usaha, Suzana Teten Masduki mengatakan sinergi antara Dekranas dan Kementerian Koperasi merupakan rangkaian terkahir untuk tahun 2021 yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya pengrajin wastra agar memiliki daya saing dan mampu bertahan diera baru.

"Saya mengapresiasi sepenuhnya kegiatan Sinergi Program atau kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM bersama Dekranas yang berkomitmen untuk mendorong usaha mikro kecil dan menengah agar lebih berdaya saing dan mampu bertahan dalam kondisi era baru. Kegiatan ini merupakan wujud peran aktif Dekranas untuk berpartisipasi dalam mendorong perekonomian Indonesia," ungkap Suzana saat memberikan sambutan dalam acara Sinergi Program Kegiatan Kemenkop dan Dekranas pada Selasa (26/10) hari ini di Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Suzana menjelaskan bahwa sejauh ini Dekranas telah berperan dalam pengembangan wastra dengan mendorong para pelaku UMKM untuk membentuk kelembagaan koperasi. Pasalnya, melalui koperasi pengrajin wastra akan memiliki daya tawar, akses permodalan yang mudah ke lembaga pembiayaan maupun pengembangan pasar.

"Jika pengrajin wastra berjalan sendiri-sendiri akan lambat untuk berkembang. Oleh karena  itu kelembagaan koperasi berfungsi menjadi agregator, mengakses modal serta menjangkau pasar yang lebih luas. Sehingga produsen wastra tidak lagi berfikir bagaimana menjual produknya karena fungsi itu dilaksanakan koperasi. Pengrajin hanya berfikir tentang kualitas produk dan model yang harus dikembangkan," ujar Suzana.

Wastra itu sendiri menurut Suzana perlu dipromosikan terus diberbagai platform digital agar bisa mensasar pasar anak muda. Karena anak-anak muda ternyata menyukai wastra dengan caranya sendiri. Hal itu bisa dilihat dari foto wastra di media sosial yang pesertanya mayoritas anak muda.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Hanung Harimba mengatakan bahwa sinergi yang dilakukan dengan tema Wastra Lombok Sumbawa nantinya diharapkan mampu meningkatkan citra produk kerajinan dari para pengrajin di Provinsi Nusa Tengggara Barat.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia UMKM Pengrajin di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing produk kerajinan unggulan daerah yang berbasis kearifan lokal dan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan," tukas Hanung.

Dukungan atas program bagi para pengrajin itu juga diapresiasi oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat. Melalui perwakilannya, Sekretaris Daerah Lalu gita Ariadi dijelaskan pihaknya sangat antusias dengan pengembangan UMKM Pengrajin Wastra yang dilakukan pihak Dekranas dan Kemenkop di Mandalika.

“Dukungan dari berbagai Kementerian/Lembaga kepada Mandalika sebagai KEK juga diberikan oleh Kemenkop UKM, salah satunya melalui Bazaar UMKM Mandalika. Selain itu, dukungan juga diberikan oleh Dekranasda melalui pengembangan sentra-sentra di Kawasan Mandalika yang menjadi bentuk kepedulian terhadap kekayaan Wastra,” Pungkas Lalu.

Diketahui, acara sinergi Dekranas dan Kemenkop tersebut dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Slovakia  Adityawidi Adiwoso Asmady,  Duta Besar Chile untuk Indonesia Gustavo Ayeres,  Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Argentina untuk Indonesia Gustavo Arturo Torres,  Konsul Kehormatan Monaco untuk Indonesia Karlina Damiri, Gubernur Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Lalu Gita Ariadi, Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Niken Zulkiflimansyah, Deputi Usaha Kecil dan Menengah Kemenkop UKM Hanung Harimba, Deputi Usaha Mikro Eddy Satriya, serta Deputi Kewirausahaan Siti Azizah. (Agus)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar