Jakarta, Indonesia | Monday, 15-08-2022

NEWS UPDATE

Diputuskan Inkonstitusional Buruh Bakal Kawal UU Ciptaker

Chandra | Senin,29 Nov 2021 - 20:51:02 WIB

Presiden KSPi Said Iqbal/foto ist SSV Youtube Akbar Faizal Uncensored

Jakarta, CityPost - Mahkamah Konstitusi (MK) saat ini telah memerintahkan pemerintah dan DPR untuk memperbaiki UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan memberi mereka waktu dua tahun untuk menyelesaikannya sebelum dinyatakan inkonstitusional secara permanen.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua MK yang notabene Ketua Majelis Hakim Anwar Usman dalam sidang DI Gedung MK, Jakarta pada Kamis (25/11) lalu.

"Memerintahkan kepada pembentuk undang-undang untuk melakukan perbaikan dalam jangka waktu paling lama dua tahun sejak putusan ini diucapkan," tegas Anwar.

Menyikapi hal tersebut, Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyatakan bahwa pihaknya akan mengawal putusa MK untuk melawan semua bentuk propaganda, sikap politik ataupun keterangan dari pihak pemerintah yang berupaya mengaburkan putusan MK.

"Propaganda akan dilakukan dengan propaganda. Penjelasan akan dilawan dengan penjelasan. Sikap politik akan dilawan dengan sikap politik," tegas Iqbal saat jumpa pers dengan awak media pada Sabtu (27/11) lalu.

Saat ini, Iqbal mengkritik sikap salah satu menteri yang dianggap mengabaikan putusan MK dan fakta hukum serta perintah MK secara keseluruhan  sebagai propaganda. Sayangnya, Presiden Buruh itu tak menyebutkan nama siapa menteri yang dimaksud.

"Seolah-olah tidak ada putusan lain. Tadi sudah jelas MK menyatakan cacat formil inskonstitusional. Kemudian MK menyatakan inkonstitusional bersyarat. Penjelasan dari pemerintah dan kelompok yang tidak sepakat dengan keputusan MK, maka partai buruh bersama organisasi-organisasi pemohon gugatan tersebut pun akan melakukan penjelasan sesuai apa yang diputuskan oleh MK," jelas Iqbal.

Iqbal mengatakan pihaknya akan terus mengawal agar putusan MK diimplementasikan dilapangan oleh pemerintah dan DPR dan secara politik akan mengambil gerakan bersama organisasi lain untuk memperjuangkannya. (Chandra)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar