Jakarta, Indonesia | Monday, 15-08-2022

NEWS UPDATE

Harga Migor Kemasan Melambung Usai Raib Dipasaran

Chandra | Rabu,16 Mar 2022 - 21:54:39 WIB

Ilustrasi Gambar/foto SSV Youtube Kompas TV

Bandung, CityPost – Kelangkaan minyak goreng dipasaran tengah membuat geram masyarakat dan memperburuk geliat ekonomi kelas UMKM seperti pedagang kulakan yang memang menggunakan minyak sebagai bahan utama memprodusi barang dagangannya.

Selain para pedagang, masyarakat dan ibu-ibu rumah tangga juga dibuat kelabakan usai minyak goreng hilang dipasaran. Mereka rela antri kiloan meter untuk mendapatka minyak dan harga yang terjangkau.

Sayangnya, setelah minyak goreng Kembali muncul dan banyak dipasaran harganya malah menggila alias sangat tinggi dari harga yang ditetapkan sebelumnya.

Dari pantauan awak media Bandung disebutkan, setiap toko ritel dan modern yang ada di kota kembang itu sudah mulai memakang minyak goreng di rak-rak jualan mereka. Mereka sudah diperbolehkan menjual dengan harga ekonomis atau sesuai harga pasar.

Kenaikan terhadap harga minyak goreng yang menjadi permasalahan baru setelah raib dari pasaran adalah ukuran dua literan yang harganya mencapai Rp 47.900 dan kemasan I liter dibandrol dengan harga Rp 23.900.

Kenaikan harga ini, dijelaskan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bandung Elly Wasliah karena dipasaran sudah tidak ada lagi Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng premium yang biasa dijual di toko ritel.

“Ada siaran pers dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian bahwa yang disubsidi hanya minyak goreng curah Rp 14 ribu per liter. Sedangkan, premium dilepas menyesuaikan harga pasar atau perekonomian terkini,” ungkap Elly pada Rabu (16/3).

Diketahui sebelumnya, HET untuk minyak goreng kemasan adalah Rp 13.500 perliter dan untuk kemasan premium harganya Rp 14.000 perliter.

Elly menegaskan tidak ada lagi operasi pasar yang dilakukan di Kota Bandung usai produsen memastikan harganya naik dan tidak mungkin dijual dengan harga lama.

“Sudah enggak ada (Operasi Pasar), dibatalkan semua oleh pihak produsen karena harganya enggak mungkin dijual di Rp 14 ribu perliter. Kalau minyak goreng curah tidak boleh lebih dari Rp 14 ribu perliter karena HETnya ada subsidi dari pemerintah,” ujarnya. (Retno)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar