Jakarta, Indonesia | Monday, 15-08-2022

NEWS UPDATE

Bripka PKS Divonis 4 Bulan Penjara Usai Peras Mahasiswi

Chandra | Rabu,16 Mar 2022 - 22:25:31 WIB

Bripka PKS saat diamankan warga karena dianggap polisi gadungan/foto ist SSV Youtube Kompas TV

Medan, CityPost – Anggota Polsek Delitua, Bripka Panca Karsa Simanjuntak (PKS) saat ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dimata hukum usai melakukan aksi pemerasan terhadap mahasiswa yang tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) saat berkendara dijalanan.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan, kini memvonis Bripka PKS dengan hukuman 4 bulan penjara usai terbukti melakukan pemerasan sebesar Rp 200 ribu dengan modus penilangan.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Panca Karsa Simanjuntak selama 4 bulan, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” ucap Majelis Hakim Ketua Bambang Joko Winarno dalam persidangan pada Selasa (15/3) lalu.

Majelis Hakim berpendapat, hal yang memberatkan oknum petugas Polsek Delitua itu adalah sikapnya yang meresahkan masyarakat khususnya para pengguna jalan. Sedangkan yang meringankan terdakwa menyesali perbuatannya dan sudah adanya kesepakatan damai dengan korban.

Bripka PKS terbukti melanggar Pasal 368 ayat (1) KUHP jo Pasal 53 KUHP. Putusan yang diberikan lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Julita Rasmayadi Purba yang menuntutnya dengan pidana penjara selama 6 bulan.

Dijelaskan dalam dakwaan yang disampaikan Julita bahwa pada 11 November 2021, Bripka PKS memepet korban (Nur Widiana) saat melinats mengendarai motor di Jalan Dr Mansyur Medan sepulang kuliah dan hendak mencari makan disekitar Jalan setia Budi.

Kemudian, usai memberhentikan motor korban, Bripka PKS meminta surat-surat kendaraan. Setelah memberikan STNK korban diminta menunjukkan SIM. Saat korban mengaku tak punya SIM, akhirnya korban diminta uang Rp 200 ribu oleh terdakwa. Namun korban hanya memiliki Rp 100 ribu yang akhirnya diterima oleh terdakwa.

Peristiwa itu dilihat oleh warga sekitar yang kemudian meneriaki terdakwa yang dikira sebagai polisi gadungan karena meminta uang kepada korban. Warga mengerumuni korban dan polisi tersebut. Terdakwa akhirnya menjadi bulan-bulanan warga dan kemudian diamankan ke pos satpam lalu dibawa polisi yang melintas ke Polsek Sunggal. Setelah dicek ternyata terdakwa merupakan polisi aktif dan akhirnya kasus ditangani oleh Provost Polrestabes Medan. (Chand)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar