Jakarta, Indonesia | Monday, 15-08-2022

NEWS UPDATE

Mahasiswa Jambi Demo Tuntut Stabilitasi Harga Migor

Chandra | Selasa,22 Mar 2022 - 19:01:18 WIB

Aliansi Mahasiswa Jambi gelar unjuk rasa di kantor Gubernur Jambi pada Selasa (22/3) hari ini/foto ist SSVT @QaillahAsyiqah

Jambi, CityPost – Aliansi Mahasiswa Jambi saat ini memilik aksi turun kejalan untuk menyuarakan aspirasi mereka kepada pemerintah terhadap kelangkaan dan mahalnya Minyak Goreng (Migor) dipasaran yang telah menyengsarakan rakyat.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut pemerintah Jambi untuk menyelesaikan permasalahan pembagunan dalam mengentaskan kemiskinan diwilayah terisolir dan menolak Pertambangan Tanpa Izin (PETI).

Dari pantauan awak media, aksi dimulai dari Kawasan Simpang, BI Telanaipura lalu dilanjutkan di Gedung DPRD Provinsi Jambi dan Kantor Gubernur Jambi.

Peserta aksi yang melakukan orasi, Rio menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah bisa menyelesaikan masalah PETI dan hanya berdiam diri selama puluhan tahun padahal aktivitasnya merusak lingkungan.

“PETI saja tak mampu dibereskan, kami hadir menyuarakan apa yang dirasakan masyarakat, penegak hukum dan Pemerintah hanya berdiam diri dengan aksi peti yang sudah puluhan tahun tapi tak dibasmi, padahal aktivitas itu merusak lingkungan, mencemari lingkungan dan mengganggu ekosistem serta Kesehatan masyarakat,” tegasnya dilokasi aksi pada Selasa (22/3) hari ini.

Selain PETI, Mahasiswa juga kecewa dengan tingginya harga minyak goreng dipasaran ditengah status Indonesia sebagai produsen minyak terbesar didunia.

“Daerah kita menjadi produksi minyak paling besar, tapi pemerintah malah membuat harga semakin tinggi,” tukasnya.

Diketahui aksi mahasiswa yang dikawal ketat oleh apparat kepolisian dan Sat Pol PP akhirnya ditemui oleh Gubernur Jambi Al Haris yang mengaku sudah menangani permasalahan Minyak Goreng dan PETI.

Haris mengatakan pihaknya sudah mengundang produsen local minyak goreng PT Kurnia Tunggal dengan merk dagang Vipco untuk tidak mengirim produknya keluar jambi sebelum kebutuhan masyarakat terpenuhi.

“Saya tekankan Kurnia Tunggal (Vipco) tak kirim keluar Jambi sebelum kebutuhan di Jambi terpenuhi. Dengan catatan masyarakat beli minyak goreng lokal ini,” terangnya.

Sementara itu, terkait PETI kata Haris, dia sudah menyerahkan solusinya kepada pemerintah pusat dan tinggal menunggu SK dari Menteri ESDM. (Chand)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar