Jakarta, Indonesia | Monday, 15-08-2022

NEWS UPDATE

KSBSI Sebut Mendag Lutfi Pengecut Hadapi Mafia Migor

August Simamora | Selasa,22 Mar 2022 - 22:08:47 WIB

Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Dedi Hardianto/foto ist SSV Youtube Beritasatu

Jakarta, CityPost – Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat buruh Seluruh Indonesia (KSBSI)  Dedi Hardianto mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi anak buahnya yang dinilai tidak becus bekerja usai minyak goreng mengalami kelangkaan dan harganya melambung tinggi.

Dedi meminta Jokowi untuk tegas dalam menyelesaikan masalah minyak goreng (migor) yang sudah berlangsung selama berminggu-minggu dan membuat geram kelompok ibu-ibu dan pelaku usaha lainnya.

“Seharusnya anak buah Presiden Jokowi jangan saling membuat alas an atas kelangkaan minyak goreng. Tapi harus terjun melihat kondisi dilapangan, agar persoalan segera teratasi,” tegas Dedi saat berada dikantor KSBSI di Cipinang Muara, Jakarta Timur pada Selasa (22/3).

Aktivis buruh ini menegaskan, kendati sekarang minyak goreng sudah ada dilapangan tetapi harganya naik dan semakin membebani masyarakat. Khususnya diera pandemi sekarang ini.

“Pemerintah jangan menganggap sepele. Sebab jutaan buruh di Indonesia juga ikut mengalami dampaknya kalua harga minyak goreng naik drastic, pasti berpengaruh pada kondisi ekonomi buruh. Apalagi dimasa pandemic ini, buruh banyak terkena imbas pemutusan hubungan kerja (PHK), Sebagian upah mereka ada yang dipotong,” ujarnya.

Dampak kesulitan dari naiknya minyak goreng ini, kata Dedi juga akan dirasakan pasalnya tahun ini kebijakan upah buruh tidak mengalami kenaikan yang signifikan sehingga kondisi ekonomi mereka menjadi semakin dilematis.

“Ditambah lagi tahun ini kebijakan upah buruh tidak mengalami kenaikan yang signifikan, sehingga kondisi ekonomi buruh semakin dilematis,” tukasnya.

Dedi menuding Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sebagai sosok pengecut usai menyatakan tidak mampu melawan mafia minyak goreng.

“Bagi saya, ketika Mendag mengatakan dirinya tak mampu melawan mafia minyak goreng, dia sedang menunjukkan sikap pengecut. Seharusnya negara tidak boleh kalah dengan kejahatan. Semua harus tunduk pada aturan hukum,” pungkasnya.

Saat ini KSBSI menyerukan kepada Polri untuk segera turun tangan dan menangkap dalang utama mafia penimbun minyak goreng pasalnya ulah mereka telah memicu kegaduhan politik ditengah masyarakat. Termasuk jika ada oknum pemerintah yang terlibat.

“Kalaupun ada oknum pemerintah yang sengaja terlibat, kepolisian jangan tebang pilih, justru harus tegas, Kami berharap pihak kepolisian jangan hanya menangkap mafia kecilnya, tapi harus dalang utamanya,” ucap Dedi. (Agus)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar