Jakarta, Indonesia | Monday, 15-08-2022

NEWS UPDATE

Indonesia Sukses Gelar COP 4.2 Konvensi Minamata Merkuri

Retno | Minggu,27 Mar 2022 - 15:50:20 WIB

Menteri LHk Siti Nurbaya Membuka Pertemuan COP 4.2 Konvensi Minamata Merkuri di Bali (21/3)/foto ist SSV Youtube ditjen KLHK

Jakarta, CityPost – Direktur Jenderal Pengelolaan sampah limbah dan B3 KLHJ Rosa Vivien Ratnawati secara resmi menutup pertemuan COP-4 segmen kedua (COP-4.2) Konvensi Minamata di Bali pada Sabtu (26/3) kemarin.

Rosa yang notabene merupakan Presiden COP-4 mengatakan penyelenggaraan COP-4.2 Konvensi Minamata pada 21-25 Maret 2022 berjalan sukses dan secara resmi pertemuan ditutup pada Sabtu lalu.

“Pemerintah Indonesia sukses menjadi tuan rumah seluruh rangkaian penyelenggaraan COP-4 Konvensi Minamata 2021-2022,” ujar Rosa di Bali.

Diketahui sebelumnya pertemuan COP-4.2 diBali dibuka secara resmi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya pada Senin (21/3) lalu dihadiri oleh 500 pesera yang merupakan perwakilan dari 103 negara anggota konvensi Minamata, badan-badan PBB, regional center, IGO, NGO dan media.

COP-4.2 di Bali fokus membahas 2 isu substantif antara lain Review dan amandemen lampiran A dan B terkait usulan dari sejumlah negara yang menambahkan pengaturan phasing out produk-produk yang mengandung merkuri dan proses industry yang menggunakan merkuri. Kemudian pembahasan lain mengenai Effectiveness Evaluation (EE) yang merupakan kerangka untuk menentukan bagaimana evaluasi terhadap pengaturan Konvensi dan Langkah yang diambil dan akan dilakukan oleh negara atau pihak yang mewujudkan tujuan konvensi.

Melanisir informasi resmi dari siaran pers Humas KLHK dijelaskan bahwa semua delegasi bekerja pada masing-masing group dan mengalami kemajuan terkait kedua isu hingga menghasilkan adopsi keputusan mengenai amandemen Lampiran A dan B.

Keberhasilan lainnya, tulis humas adalah para negara dalam isu EE menyepakati bisnis proses framework on EE dan menyetujui membentuk suatu scientific body yang diberinama Open-ended Scientific Group (OESG) agar proses EE tetap bisa berjalan meskipun advisory groupnya belum terbentuk. Selain itu juga diluncurkan Bali Declaration to Combat illegal trade of mercury (Deklarasi Bali) oleh Menteri LHK pada hari pertama pertemuan.

Menurut Ketua Delegasi Republik Indonesia (Delri) pada COP-4.2 Konvensi Minamata, Muhsin Syihab, deklarasi Bali tidak mengikat atau non binding. Melalui deklarasi ini diharapkan isu perdagangan illegal merkuri bisa menjadi arus utama hingga mendorong adanya Kerjasama tingkat bilateral, regional dan multilateral untuk mengatasi perdagangan illegal merkuri.

Disebutkan, Deklarasi Bali telah mendapat dukungan dari Argentina, Prancis, Estonia, Slovenia, Belanda, Swedia, Austria, Jerman, Romania, Ceko, dan Finlandia.

Pertemuan COP berikutnya yakni COP-5 akan dilaksanakan pada 30 Oktober – 3 November 2023 di Jenewa, Swiss dibawah presidensi Rumania. (Retno/Humas KLHK)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar