Jakarta, Indonesia | Monday, 15-08-2022

NEWS UPDATE

Dianggap Sesat, Makam Kramat Uyut Gede Dibongkar

Chandra | Jumat,27 Mei 2022 - 18:48:54 WIB

Pembongkaran makam uyut gede di Kampung Leuwibadak, Desa Curugbadak, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten/foto ist SSV Youtube Tribunews

Banten, CityPost – Sebuah makam tua yang dikramatkan oleh penziarah saat ini tengah dibongkar oleh pemerintah dan tokoh masyarakat setempat usai dianggap menyesatkan karena banyaknya ritual yang dilakukan ditempat tersebut.

Melansir informasi pihak berwenang setempat, makam yang dibongkar oleh pemerintah, TNI, Polri, Satpol PP itu merupakan Makam Ku Uyut Gede yang dibangun dengan bangunan semi permanen.

Alasan pembongkaran makam itu sendiri menurut Kepala Desa (kades) Curugbadak, Agus Supandi karena dianggap menyebarkan aliran sesat yang semakin ramai didatangi orang.

“Pembongkaran bangunan liar dan ada disinyalir aliran menyesatkan yang makin hari makin ramai mereka membuat kuburan tidak jelas yang diberi nama KI Uyut Gede,” terang Agus pada Jumat (27/5) lalu.

Agus mengatakan, sejak dulu kuburan yang dikeramatkan itu hanyalah Tempat Pemakaman Umum (TPU) biasa dan tidak ada yang dikeramatkan. Namun, ada kelompok yang mengkeramatkan dan membuar resah warga sekitar.

“Dari dulu disini kuburan umum, tidak ada namanya keramat. Setelah mereka kumpul jadi keramat yang tiap hari makin banyak orang. Ini khusus untuk makam umum (luasnya) sekitar 3 hentar,” tukasnya.

Sejauh ini kata Agus, proses pembongkaran makam yang berada di Kampung Leuwibadak, Desa Curugbadak, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten sudah melalui musyawarah dengan kelompok yang mengkeramatkan makam itu, pemerintah desa, tokoh agama di Pesantren Darul Ikhwan dan tokoh masyarakat.

Kemudian, lanjut Agus. Setelah satu tahun, para pengikut aliran itu melanggar kesepakatan dan Kembali melakukan ritual dimakam hingga akhirnya aparat membongkarnya.

“Maka pada hari ini kami melakukan pembersihan bangunan liar dimakam gede yang disinyalir itu ada sekelompok membawa sesat masyarakat,” pungkas Agus. (Chand)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar