Jakarta, Indonesia | Monday, 15-08-2022

NEWS UPDATE

AS Lirik Pasar Energi Terbarukan Di Indonesia

Andre Heru | Senin,06 Jun 2022 - 17:38:20 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist SSV Youtube U.S. Department of State

Jakarta, CityPost – Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Perdagangannya saat ini tengah menghimpun sejumlah delegasi pengusaha untuk melihat potensi bisnis di Indonesia sebagai bagian dari misi pengembangan bisnis Clean EDGE Asia.

Menurut Juru Bicara Kedutaan Besar AS Michael Quinlan, misi Clean EDGE Asia merupakan peluang bagi Amerika Serikat dan Indonesia untuk menjalin komunikasi dalam kemitraan perdagangan.

“Misi Clean EDGE Asia memberikan peluang tepat waktu untuk menyingsingkan lengan baju kita dan mendiskusikan kemitraan perdagangan yang makin berkembang antara AS dan Indonesia dibawah Indo-Pasific Economic Framework for Prosperity (IPEF),” ujar Quinlan melalui siaran persnya pada Senin (6/6).

Diketahui, menyoal tentang IPEF Presiden AS Joe Biden dan Presiden Indonesia Joko Widodo sudah menandatangani Kerangka Ekonomi Indo-Pasific bersama para pemimpin negara lainnya.

Clean EDGE itu sendiri, kata Quinlan bertujuan untuk mendukung percepatan transisi energi bersih di Asia dengan berbasis keahlian dan sumber daya sector public maupun swasta AS. Sementara, misi lainnya adalah menghimpun perusahaan-perusahaan ternama AS dibidang energi terbarukan untuk bergerak mengembangkan energi surya, tenaga angin, biomassa dan bentuk lainnya agar bisa bertemu dengan mitra di Indonesia.

Disebutkan sejauh ini sudah ada 12 perusahaan industry delegasi AS yang tergabung dalam sub sector energi terbarukan, antara lain; Bechtel (Texas), Bloom Energy (California), Cheniere Energu (Texas), Ecoplexus (California), FuelCell Energy (California), Itron (Washington), Marquis Energy Global (Illinois), NuScale Power (Oregon), Sempra Energy (California), U.S. Grains Council (Washington), UPC Renewables (Florida) dan Westinghouse Electric Company (Pennsylvania).

“Pilar ekonomi yang terhubung IPEF akan mengembangkan aturan main berstandar tinggi dalam ekonomi digital, serta standar ketenagakerjaan dan lingkungan kerja yang kuat serta ketentuan-ketentuan akuntabilitas korporasi yang mendorong perlombaan menuju puncak bagi para pekerja melalui perdagangan,” tukasnya. (And)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar