Jakarta, Indonesia | Monday, 15-08-2022

NEWS UPDATE

Kim Jong Un Tegaskan Korut Siap Tanggapi Krisis Apapun

Andre Heru | Jumat,29 Jul 2022 - 14:25:58 WIB

Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un (tengah)/foto ist SSV Youtube Global News

CityPost – Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un mengatakan pihaknya sejauh ini sudah siap menanggapi krisis apapun yang akan dihadapinya ditengah ancaman yang ditimbulkan oleh Amerika Serikat dan kekuatan absolut yang dimiliki Pyongyang.

Penegasan itu disampaikan Kim dalam sebuah pidato ketika memperingati hari gencatan senjata sebagai tanda untuk mengakhiri pertempuran dalam Perang Korea yang selama ini dikenal sebagai `Hari Kemenangan` di Korea Utara.

Menurut Kim, saat ini, ancaman Amerika Serikat membuat pihaknya membangun pertahanan dengan memobilisasi kekuatan absolut, setia dan akurat.

“Angkatan bersenjata kami benar-benar siap untuk menanggapi krisis apapun, dan pencegahan perang nuklir negara kami juga sepenuhnya siap untuk memobilisasi kekuatan absolutnya dengan setia, akurat, dan segera ke misinya,” tegas Kim menurut media pemerintah Korea Utara.

Seperti yang dilansir melalui Al Jazeera, disebutkan bahwa pidato Kim Jong Un mencuat usai para pejabat di Seoul dan Washington menyatakan Korea Utara telah menyelesaikan persiapan untuk melakukan uji coba nuklir pertamanya sejak 2017 lalu.

Kemudian pada Rabu (27/7) lalu, Menteri Luar Negeri Korea Selatan menjelaskan bahwa Korea Utara kemungkinan akan mendapatkan sanksi yang lebih kuat termasuk langkah-langkah yang bertujuan untuk membatasi kemampuan serangan sibernya jika melanjutkan uji coba tersebut.

Disebutkan dalam pidato itu, Kim juga mengatakan pihak Washington melanjutkan Tindakan permusuhan illegal yang berbahaya dengan Korea Selatan terhadap Pyongyang sekitar 70 tahun setelah perang dan berusaha untuk membenarkan perilakunya dengan mengutuk itu.

“Tindakan dupleks Amerika Serikat, yang menyesatkan semua Tindakan rutin angkatan bersenjata kita sebagai provokasi dan ancaman sambil mengadakan latihan militer bersama skala besar yang secara serius mengancam keamanan kita. Secara harfiah adalah perampokan. Itu mendorong hubungan bilateral ke titik dimana sulit untuk kembali menjadi keadaan konflik,” tegas Kim.

Bukan hanya AS, Kim juga mengutuk pemerintahan baru Korea Selatan dibawah pimpinan Presiden Yook Suk-yeol yang disebutkan berupaya melumpuhkan negaranya. (And/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar