Jakarta, Indonesia | Saturday, 01-10-2022

NEWS UPDATE

PBB Ingatkan Potensi Perang Kembali Di Suriah

Andre Heru | Kamis,15 Sept 2022 - 23:27:14 WIB

Pemukiman warga Suriah (ilustrasi)/foto ist SSV Youtube ABC News In-depth

CityPost – Ketua Komisi PBB untuk Suriah, Paulo Sergio Pinheiro mengingatkan bakal adanya potensi perang dalam skala besar yang kembali terjadi di Suriah. Khususnya ketika gejolak kesulitan dampak perang yang terus meningkat ditengah konflik kehidupan.

“Hari ini, warga Suriah menghadapi kesulitan yang semakin meningkat dan tak tertahankan, hidup di antara reruntuhan konflik yang panjang ini. Jutaan orang menderita dan sekarat di kamp-kamp pengungsian. Sementara sumber daya semakin langka dan kelelahan donor meningkat,” ungkap Pinheiro mengingatkan melalui laporan terbaru yang dirilisnya.

Menurut Pinheiro, Suriah tidak bisa kembali kepada peperangan dalam skala besar, namun, kemungkian mereka juga mengarah kesana.

“Suriah tidak mampu kembali ke pertempuran skala besar, tetapi kesanalah ia mungkin menuju,” ujar Pinheiro pada Rabu (14/9) lalu.

Seperti yang dilansir melalui laporan Al Jazeera dijelaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir. Intensifikasi disepanjang front utara Suriah telah meningkatkan penderitaan warga. Hal itu diketahui dari laporan Komisi Penyelidikan Internasional Independen untuk Republik Arab Suriah.

Dalam laporan disebutkan, ratusan ribu orang tewas dan jutaan kehilangan tempat tinggal sejak protes terhadap Presiden Bashar al-Assad Meletus pada 2011 silam. Aksi protes itu meningkat menjadi perang saudara yang akhirnya menarik kekuatan asing dan membuat Suriah distigma menjadi zona yang dikendalikan pihak-pihak yang sedang bersaing.

Dijelaskan, laporan komisi sebanyak 50 halaman itu merupakan laporan terbaru terkait situasi hak asasi manusia di Suriah, mencakup periode 1 Januari hingga 30 Juni dengan melibatkan banyak pihak.

Konflik yang melibatkan kepentingan asing itu sendiri disebutkan seperti adanya mobilisasi dan pertempuran lanjutan antara pasukan yang didukung Turki dan pasukan Kurdi di Utara, adanya oprasi lanjutan Israel dan pasukan yang didukung AS dan Iran dan aktifnya Rusia yang terus memberikan dukungan kepada pemerintah Suriah dengan serangan-serangan udara yang berdampak pada warga sipil.

Informasi itu disampaikan oleh Komisaris Lynn Welchman yang juga mengingatkan tentang adanya potensi meletusnya perang kembali.

Dari laporan itu juga disebutkan adanya dampak yang dialami keluarga yang tinggal digaris depan dengan resiko penembakan darat dari pasukan pro pemerintah. Laporan tersebut didokumentasikan dengan “anak-anak terbunuh dalam perjalanan ke sekolah, orang-orang terbunuh ketika mereka menjaga toko-toko mereka, dan seluruh keluarga terbunuh saat mereka berkumpul diluar rumah untuk inum teh sore,” ungkap laporan itu seperti yang dilansir melalui Al Jazeera.

“Puluhan ribu warga Suriah tetap hilang secara paksa atau hilang hingga saat ini. Pasukan pemerintah terus melakukan perlakuan kejam, tidak manusiawi atau merendahkan martabat orang hilang dengan sengaja menyembunyikan nasib dan keberadaan orang hilang,” tulis laporan tersebut.

Sementara itu, pihak PBB menyatakan garis patahan antara berbagai daerah sekarang ini sudah mulai kembali memanas lagi.

“Kami memiliki gagasan dibeberapa titik bahwa perang benar-benar selesai di Suriah,” ucap Pinheiro dihadapan awak media di Jenewa.

Pinheiro menambahkan bahwa insiden yang didokumentasikan dalam laporan membuktikan bahwa ini tidak benar. (Andre/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar