Jakarta, Indonesia | Friday, 30-09-2022

NEWS UPDATE

Antisipasi Kecurangan 2024, SBY Pilih Turun Gunung

Chandra | Minggu,18 Sept 2022 - 19:41:44 WIB

Presiden RI Ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono/foto ist SSV Youtube Susilo Bambang Yudhoyono

Jakarta, CityPost – Presiden Ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai tampil kembali kepublik menyuarakan kekhawatirannya akan potensi kecurangan pemilu 2024 yang sangat besar. Seperti pembatasan calon presiden hingga ambang batas kesesuaian bakal calon yang bisa maju dalam bursa pemilihan.

Munculnya dan bersuaranya kembali SBY saat ini mulai direspon oleh kalangan politisi. Mereka menilai wajar pasalnya SBY dikenal memiliki analisa yang baik dan pernah menjabat sebagai Presiden sehingga tahu sistem dan proses dalam demokrasi di Indonesia.

Fenomena SBY turun gunung dan kecemasan yang dibawanya ditanggapi sebagai bentuk kewajaran oleh politisi Partai Amanat Nasional yang notabene merupakan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo.

Eko menilai kemungkinan saat SBY menjabat banyak memotret beragam kecurangan dalam perhelatan pemilu sebelumnya sehingga khawatir terjadi hal yang sama pada 2024 mendatang.

“Wajar saja Pak SBY mengatakan seperti itu ada kecurangan-kecurangan, mungkin beliau melihat pemilu sebelum-sebelumnya, apalagi beliau seorang presiden sebelumnya. Pasti melihat didaerah ada ketidakberesan,” ujar Eko pada Minggu (18/9) hari ini.

Eko juga melihat dari sisi yang berbeda. Dia malahan menegaskan kekhawatiran SBY sebagai tantangan bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu agar bisa menjamin tidak terjadinya kecurangan nanti

“Ini tantangan untuk penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu untuk benar-benar memberikan jaminan agar tidak terjadinya kecurangan yang dikatakan oleh Pak SBY,” tukasnya.

Sementara itu, tanggapan lain muncul dari Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristianto. Dia mengatakan agenda SBY turun gunung sudah lama dan terus berulang.

Hasto menegaskan pihaknya tidak akan menghalangi keinginan SBY tetapi dia memberikan catatan agar SBY tidak mengganggu Jokowi.

“Kalau turun gunungnya itu mau menyebarkan fitnah kepada Pak Jokowi, maka PDI Perjuangan akan naik gunung agar bisa melihat dengan jelas apa yang akan dilakukan oleh Pak SBY. Sebab informasi yang diterima Pak SBY sangat tidak tepat. Jadi, hati-hati kalau mau ganggu pak Jokowi,” tegas Hasto pada Sabtu (17/9/22) kemarin.

Diketahui sebelumnya. SBY menyatakan bakal turun gunung untuk mengawal Pemilu 2024. Menurutnya, dia mengaku mendengar dan mengetahui ada tanda potensi kecurangan, tidak jujur dan tidak adil pada Pemilu 2024 mendatang. (Chandra)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar