Jakarta, Indonesia | Wednesday, 21-04-2021

NEWS UPDATE

Calon Ketum IA ITB Diminta Berdayakan Sumber Daya Alumni

Hen | Jumat,22 Jan 2021 - 14:24:17 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist SSV youtube Institut Teknologi Bandung

Jakarta, CityPost – Ikatan Alumni (IA-red) Institut Teknologi Bandung (ITB) saat ini ditengarai tengah menjadi korban polarisasi Pemilihan Presiden 2019 lalu yang dampaknya memecah belah paguyuban hingga membentuk dua kubu, Cebong dan Kampret.

Alhasil pada Kongres Ikatan Alumni ITB yang ke 10, selain ajang itu digunakan untuk mencari sosok Ketua Umum yang baru untuk periode 2021-2025, momen silaturahmi diminta juga dijadikan sebagai ajang pemersatu dan fase pecah belah akibat dampak politik yang terjadi.

Harapan itu disampaikan oleh Ketua Ikatan Alumni ITB Jawa Timur Saritomo yang merupakan anggota terbesar ketiga setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Saritomo mengatakan, bakal calon ketua umum harus berkomitmen untuk mengguyubkan alumni yang terpecah akibat berbagai isu politik dalam pemilihan presiden 2019 lalu. Pasalnya dampak dari perpecahan itu sangat dirasakan hingga kini.

“Fenomena masyarakat yang terpecah dengan golongan pemilih 01 dan pemilih 02 dengan istilah Cebong dan Kampret yang mana hal ini berpotensi memecah persatuan dan kesatuan ikatan alumni diseluruh Indonesia serta dampak sosial langsung pada lapisan masyarakat paling bawah,” ungkap Saritomo pada Kamis (21/1) hari ini.

Senada dengan Saritomo, Ketua Pusat Inkubasi Inovasi Teknologi IA ITB Jawa Timur Puguh Iryantoro menyatakan bahwa pihaknya menginginkan calon pemimpin alumni yang mampu merangkul dan menggerakkan alumni milenial agar lebih efektif dalam menelaah perkembangan teknologi maupun ilmu pengetahuan, teknologi digital biar lebih uptodate.

“Berbagai masukan tersebut tentunya didasari untuk mengakomodir berbagai kepentingan Ikatan Alumni yang berbasis dan berbasis jurusan. Sejumlah alumni muda ingin punya figur ketua umum yang mengayomi dan mengakomodir kontribusi kebersamaan agar nantinya tidak dimanfaatkan untuk program politisasi terhadap salah satu partai,” ujar Puguh.

Puguh menegaskan, saat ini pengurus Ikatan Alumni ITB Jawa Timur saat ini hanya bisa memberikan masukan dan trigger kepada ketua umum yang baru untuk melakukan inovasi yang sesuai dengan agenda riset nasional demi kemaslahatan masyarakat.

“Dengan karya inovasi yang berdamak langsung kepada masyarakat paling bawah atau pelosok pedesaan ini sangat diperlukan dan dilakukan oleh ketua umum alumni agar bisa langsung memberikan contoh kongkret bagi para pengurus maupun anggota lain yang juga memiliki pengaruh kebijakan publik maupun para pelaku ekonomi swasta dengan kekuatan ekonomi yang mapan dalam mendukung semua program,”ungkap Puguh.

Puguh mencontohkan, seperti pola pendekatan yang pernah dilakukan oleh Ketua Ikatan Alumni Mesin ITB, Gembong Primadjaja (alumni teknik mesin ITB angkatan 1986) saat menjabat sebagai Direktur PT Pelindo Energi Logistik dan menjadi Ketua Tim Percepatan Konversi Bahan Bakar Gas pada Direktorat Minyak dan Gas.

Gembong, kata Puguh, saat itu berhasil melakukan pendekatan langsung kepada para inovator didaerah dengan memberikan dukungan materiil maupun moril untuk berbagai upaya inovasi yang mensejahterakan dilevel grasroot dan masyarakat pedesaan diseluruh pelosok Indonesia.

Diketahui pada Kongres IA ITB yang ke 10 saat ini, mereka akan memilih calon Ketua Umum yang baru. Proses pendaftaran dan pemberkasan dilakukan hingga tanggal 28 Januari 2021 dengan batas pengambilan berkas pada tanggal 25 Januari 2021.

Disebutkan, sejauh ini sudah ada sejumlah alumni senior yang notabene merupakan tokoh nasional, baik pemerintahan maupun swasta yang ditengarai mampu untuk memegang tongkat estafet kepemimpinan dari Ketua Umum IA ITB yang ke 9, Ridwan Djamaluddin PhD dan kini menjabat sebagai Dirjen Minerba di Kementerian ESDM menjadi Ketua Umum IA ITB yang ke 10.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Umum IA ITB 2021, Mohamad Jeffry Giranza menjelaskan bahwa pihaknya sudah membuka ruang pemilihan bakal calon Ketua Umum IA ITB untuk seluruh alumni lintas generasi, lintas angkatan, lintas daerah agar bisa segera mendaftarkan diri.

“Kami akan terus menggalang konsolidasi dengan para pengurus daerah IA ITB, para Komisariat dan Komunitas alumni maupun Rumpun alumni lainnya diseluruh dunia untuk ikut berpartisipasi,”pungkasnya.

Pentingnya peran wadah Ikatan Alumni ITB bagi kalangan inovator Indonesia juga diakui oleh seorang Produser Program TV Inovator Indonesia, Eko Indra. Dia menyatakan IA ITB sangat penting bagi perkembangan dan kemajuan Indonesia dalam melahirkan para inovator yang berkualitas.

“Dukungan ITB melalui Ikatan Alumni, bisa membantu memberikan semangat dan dukungan moril dalam melahirkan para inovator Indonesia agar kedepan beragam inovasi anak negeri bisa tercipta dan tersosialisasi demi kemajuan bangsa dan negara serta kesejahteraan masyarakat itu sendiri,”ujar Eko.

Eko mengatakan, inovator-inovator yang ada di Indonesia dengan sejumlah karya inovasinya, akan lebih maju dan berkembang jika ditunjang dan mendapatkan dukungan penuh dari kalangan akademisi. Baik yang masih aktif maupun kalangan alumni.

“keberadaan alumni yang sudah menempati posisi strategis dipemerintahan dan swasta akan menjadi parameter dan pijakan dari para inovator yang sedang berinovasi. Kebijakan dan dukungan mereka tentu sangat diperlukan dalam menunjang kualitas keberhasilkan sebuah hasil penciptaan,”tukasnya. (Hen)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar