Jakarta, Indonesia | Monday, 15-08-2022

NEWS UPDATE

Dua Tokoh Nasional Dukung PBB Dan Amerika Tolak Islamophobia

Chandra | Rabu,27 Jul 2022 - 23:51:20 WIB

Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin dan Ridwan Saidi ikut mendukung PBB dan AS gelorakan gerakan anti Islamophobia/foto Opan FWJ

Jakarta, CityPost – Islamophobia yang terus berkembang dinegara-negara barat dan Asia Tenggara saat ini menjadi perhatian serius dari sejumlah kalangan. Bahkan pihak PBB dan Amerika Serikat juga sudah turun tangan menolak adanya Gerakan Islamophobia.

Menyikapi hal tersebut, dua tokoh nasional Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin akhirnya ikut turun gunung menggaungkan Gerakan anti Islamophobia.

Gerakan anti Islamophobia ini sudah menjadi agenda internasional yang akan diperingati secara global pada setiap tanggal 15 Maret.

Dalam gerakan anti Islamophobia yang digelar di depan Kedutaan Amerika Serikat, Tatang bersama tokoh nasional Ridwan Saidi ikut turun kelapangan untuk memberikan dukungan kepada pihak PBB dan Amerika Serikat dalam menyuarakan anti Islamophobia.

“Kita dukung PBB dan Amerika setiap tanggal 15 Maret menjadi hari libur internasional dan nasional dengan ditetapkannya sebagai hari anti Islamophobia,” tegas Tatang Zaenudin yang notabene merupakan Ketua Dewan Pembina Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia dalam orasinya di depan Kedutaan AS pada Rabu (27/7) hari ini.

Tatang mengingatkan, sebagai Negara yang beragama tentunya hal itu perlu dilakukan. Indonesia bukan tempat untuk mereka yang menganut Islamophobia.

Aksi yang dihadiri dari berbagai elemen masyarakat dan sejumlah perwakilan dari beberapa Negara ini pun  berjalan dengan tertib. Terlihat sang Jenderal Purnawirawan TNI Tatang Zaenudin yang didampingi Babeh Ridwan Saidi memberikan bunga kepada para petugas dilapangan.

"Ini bentuk simpatik dan dukungan kami untuk PBB dan Amerika dengan ditetapkannya hari anti Islamophobia. "Jelasnya.

Sebelumnya, dilansir dari website resmi Kemenag.go.id, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan tanggal 15 Maret sebagai `Hari Internasional untuk Memerangi Islamophobia`. Keputusan ini diterbitkan dalam Sidang Umum PBB yang berlangsung pada Selasa, 15 Maret 2022.

“Kemenag menyambut baik dan mendukung ketetapan PBB, tanggal 15 Maret dijadikan sebagai `Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia`. Segala bentuk Islamophobia memang harus diperangi,” tegas Menag di Jakarta, Jumat (18/3/2022).

Istilah Islamophobia sering dipahami sebagai gelombang prasangka, diskriminasi, ketakutan, dan kebencian terhadap Islam dan muslim. Menurut Menag, semua bentuk prasangka dan ketakutan yang dialamatkan kepada agama, harus diperangi.

Sebab, itu adalah salah satu faktor yang mengancam kerukunan dan harmoni antarumat beragama. “Segala bentuk gelombang ketakutan terhadap agama, harus diperangi,” jelas Menag. (Chand)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar