Jakarta, Indonesia | Friday, 30-09-2022

NEWS UPDATE

HMI Poso Gelar Dialog Kebangsaan Tangkal Radikalisme Kampus

Hendra | Kamis,25 Agus 2022 - 18:00:56 WIB

Dialog Kebangsaan Menyambut Momen HUT RI Ke 77 di Poso, Sulteng/foto Hendra CityPost

Poso, CityPost – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng-red)  menggelar dialog kebangsaan dikalangan Perguruan Tinggi dalam menyambut momen Hut Republik Indonesia yang Ke 77 dan demi menangkal masuknya faham radikalisme diarea kampus.

Kegiatan dialog kebangsaan berjalan sangat interaktif. Acara diselenggarakan di sebuah café (endi) diarea wisata pantai Penghibur, Kelurahan Bone Sompe Kecamatan Poso, Kabupaten Poso pada Rabu (24/8) lalu.

Dalam dialog tersebut, panitia mengusung tema “Memperkokoh peran mahasiswa dalam menangkal faham radikalisme dikalangan Perguruan Tinggi.” Mereka juga menghadirkan sejumlah nara sumber dari kampus ternama seperti, Rektor Universitas Sintuwu Maroso (Unsimar), Dr. Suwardi Panti S.Sos, M.M, dan Letkol. Inf. Hasrul Tamim selaku Dandim 1307/Poso.

Selain itu ada juga tokoh lain yang menjadi nara sumber seperti mantan napiter senior Imran Labuhan @Abu Jahra yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Lingkar Persada Nusantara (perdana) yang baru beberapa hari didirikan oleh kelompok mantan napiter Poso.

Ketua HMI Poso Dimas Muh. Fahri selaku ketua pelaksana mengatakan saat ini generasi muda bangsa berpartisipasi turut serta menangkal maraknya perkembangan faham radikal di Perguruan Tinggi serta ingin menunjukkan komitmen mahasiwa dalam menjaga NKRI.

Menurut Imran Labuhan, kita harus sepenuh hati menjaga Ibu Pertiwi, Indonesia seperti kita menjaga Ibu Kandung kita dan wawasan kebangsaan harus ditanamkan sejak dini karena seperti ada upaya menghilangkan dan merubah wawasan kebangsaan sehingga saat ini sudah jarang diberikan kepada anak-anak bangsa yang seharusnya mencintai negeri dan mengenal sejarah bangsa.

Sementara itu Rektor Universitas Sintuwu Maroso (Unsimar), Dr. Suwardi Pantih menjelaskan bahwa faham radikal rentan masuk di kampus, karena terdapat kelompok dikalangan mahasiswa sehingga perlunya ditanamkan wawasan kebangsaan agar mahasiswa bisa menyampaikan kepada masyarakat, dalam peran edukasi dan konseling.

“Mahasiswa harus mengetahui jika radikalisme merupakan perilaku keras menyimpang dan akan mengarah menjadi tindakan terorisme yang merupakan tindakan kekerasan bernuansa SARA,” tegas Suwardi Pantih.

Pada kesempatan yang sama, Mayor Inf. Jayadi (Kasdim 1307/Poso) menyampaikan bahwa sejauh ini TNI sudah berupaya maksimal untuk menangkal maraknya perkembangan faham radikal dengan menanamkan wawasan kebangsaan dimasyarakat, cinta tanah air dan nasionalisme.

Acara dialog kebangsaan ditutup dengan pembahasan materi kontra terorisme yang disampaikan oleh Dandim 1307/Poso. Letkol Inf. Hasrul Tamim.

Hasrul mengatakan pola pencegahan maraknya perkembangan faham radikal dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan kontra terorisme melalui pendekatan kepada kalangan pondok pesantren dan para ulama.

“Tidak kalah pentingnya melakukan edukasi, memberikan pencerahan dan pemahaman kepada masyarakat bahayanya radikalisme dan tugas mahasiswa menjalankan peran tersebut minimal kepada lingkungan terdekat kita,” ujar Hasrul.

Diketahui, kegiatan Dialog Kebangsaan tersebut diikuti oleh 40 orang peserta mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dan kampus yang berbeda. Selain itu juga dihadiri oleh salah satu tokoh agama Poso, Haji Amin Arsal yang merupakan Ketua Organisasi Kemanusiaan, Poso Humaniter Care (PHC) dan Ustadz Adi pimpinan cabang Pondok Pesantren Wali Songo. (Hendra/Retno)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar