Jakarta, Indonesia | Monday, 21-06-2021

NEWS UPDATE

KIM Bilang Bakal Lakukan Perubahan Ekonomi Di Korut

Andre | Rabu,09 Jun 2021 - 21:59:42 WIB

Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un/foto ist SSV Youtube South China Morning Post (SCMP)

CityPost – Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un yang selama ini kontroversi dengan uji coba rudal balistiknya mulai berencana memperbaiki dan melakukan perubahan ekonomi di negaranya. Hal itu dipresentasikan dihadapan pejabat-pejabat senior partai penguasa.

Seperti yang dilansir melalui media pemerintah Korea Utara, disebutkan negara itu tengah mengalami kesulitan sejak pandemi Covid19 berlangsung dan akan melakukan perubahan ekonomi untuk meninjau dan mengatasi kesulitan tersebut.

Media Korea Utara melaporkan bahwa Kim menyatakan hal itu pada Selasa (8/6) dan mengadakan konsultasi dalam upaya persiapan pertemuan Komite Sentral Partai Buruh yang kuat dimana para pejabat akan membahas urusan negara untuk paruh pertama pada Juni 2021 tahun ini.

Laporan itu menyatakan bahwa rencana Kim Jong Un tidak ditentukan hanya digambarkan sebagai niat untuk melakukan perubahan nyata dalam menstabilkan ekonomi dan kondisi rakyatnya.

Diketahui, saat ini ekonomi Korea Utara telah lumpuh disebabkan karena salah urus selama beberapa dekade dan juga karena factor sanksi Amerika Serikat terkait program nuklir di Semenanjung Korea.

Pada awal tahun ini, Kim sendiri telah mendesak rakyatnya untuk menjadi tangguh dalam berjuang agar bisa melakukan kemandirian ekonomi  dan menyerukan control Negara yang lebih besar atas ekonomi, peningkatan produksi pertanian dan prioritas pengembangan bahan kimia serta logam.

Seperti yang dilansir Al Jazeera, Banyak analis mengatakan, Kim telah berterung terang dan melakukan hal yang tidak biasanya dalam mengatasi permasalahan ekonomi Korea Utara yang disampaikan melalui pidatonya baru-bari ini. Dia mengatakan bahwa negara menghadapi situasi terburuk yang pernah ada karena Covid19, sanksi dan banjir besar musim panas lalu yang merusak tanaman.

Bahkan Kim memperingatkan rakyatnya akan adanya pawai yang sulit, sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kelaparan yang pernah terjadi pada tahun 1990 di Korea Utara dan menewaskan sebanyak ratusan ribu orang. (And/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar