Jakarta, Indonesia | Saturday, 01-10-2022

NEWS UPDATE

PBB Galang Dana Selamatkan Kapal Tanker di Yaman

Masheru | Kamis,22 Sept 2022 - 02:51:20 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist SSV Youtube UN Yemen

CityPost -  Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa saat ini tengah melakukan penggalangan dana untuk menyelamatkan kapal tanker yang kondisinya memburuk di Yaman. Operasi penyelamatan itu dilakukan demi untuk mencegah pencemaran tumpahan minyak di Laut Merah.

Seperti yang dilansir melalui Al Jazeera disebutkan bahwa sejauh ini PBB telah mengumpulkan $75 juta untuk melakukan evakuasi kapal tanker tersebut dengan potensi biaya pembersihan mencapai $20 miliar.

Disebutkan, FSO Safer telah berusia 45 tahun. Kapal itu tengah membusuk dan telah lama digunakan sebagai platform penyimpanan terapung. Bahkan kini sudah ditinggalkan dipelabuhan Hodeidah Yaman, wilayah yang dikuasai pemberontak.

Dalam laporan Al Jazeera pada Kamis (22/9) hari ini dijelaskan bahwa Pejabat PBB bulan lalu memperingatkan kapal tanker yang memuat empat kali jumlah minyak yang tumpah dalam bencana Exxon Valdez pada tahun 1989. Hal itu dinilai bisa menjadi bom waktu lingkungan yang harus segera diselesaikan.

“Kami dapat mengumumkan bahwa kami sekarang memiliki janji dan komitmen yang cukup untuk memulai operasi penyelamatan FSO Safer. Ini adalah tonggak sejarah yang sangat penting,” ungkap David Gressly dari Residen PBB dan Koordinator Kamanusiaan di Yaman dan Pemimpin Upaya Badan Global Safer.

Gressly menjelaskan pada tahap pertama, operasi salvage akan menstabilkan FSO Safer dan memindahkan minyak ke kapal lain. Setelah itu nantinya akan dilibatkan penyimpanan kargo jangka panjang yang diperkirakan bakal menghabiskan biaya sebesar $38 juta.

“Kami percaya bahwa kami dapat memenuhi itu secara tepat waktu,” ujar Gressly.

Menurut Gressly, kapal saat ini berada pada titik resiko tenggelam yang parah pasalnya air laut telah memasuki kompartemen mesin kapal tanker yang ditinggalkan dalam beberapa tahun terakhir dan bisa menyebabkan kerusakan pada pipa.

Lebih lanjut dijelaskan, karat telah menutupi bagian-bagian kapal tanker dan gas lembam yang mencegah tangki mengumpulkan gas yang mudah terbakar telah bocor.

Sementara itu, para ahli mengatakan pemeliharaan tidak mungkin lagi karena kerusakan kapal tidak dapat dipulihkan.

Diketahui, PBB, Amerika Serikat dan pemerintah lainnya bersama Greenpeace dan organisasi internasional lainnya sudah lama memperingati bahwa pelepasan besar-besaran, atau ledakan nantinya bisa berdampak dan mengganggu pengiriman komersial global melalui Selat Bab al-Mandeb yang vital dan Terusan Suez. Bahkan dampak kerugian lainnya disebut tak terhitung dan bisa memicu kerusakan global. (Masheru/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar