Jakarta, Indonesia | Friday, 30-09-2022

NEWS UPDATE

RARA IS STEALING THE SHOW

Penulis: Wartawan Senior IzHarry Agusjaya Moenzir | Senin,21 Mar 2022 - 23:47:18 WIB

Pawang Hujan Rara Wulandari/foto ist SSVT Trans7

Pencuri perhatian itu bukan Marquez. Bukan Jokowi. Apalagi Erick Tohir. Tapi Rara. Begitu namanya. Perempuan berwajah biasa itu mengambil peran vital di Mandalika. Tanpa dia, balap motor tampaknya tak akan berlangsung, begitulah kira-kira pikiran para wartawan peliput.

Begitu mempesona dirinya, sehingga dia dijadikan headline. Sehingga sekali lagi aku bertanya, bagaimana cara berpikir para wartawan itu? Apakah berita sensasi memang harus dinomorsatukan?

Seperti yang kita tahu, sensasi adalah proses menangkap stimulus dan tahap paling awal dalam penerimaan informasi. Proses sensasi terjadi saat alat indera mengubah informasi menjadi impuls-impuls syaraf yang dimengerti otak melalui proses transduksi.

Bertambah bodoh manusia, bertambah besar makna sensasi bagi dirinya. Karena sensasi dipengaruhi oleh faktor situasional dan faktor personal. Hanya punya daya tarik sesaat, apalagi yang berhubungan dengan alam tak nyata.

So I dont buy all these story. Rara boleh hebat, tapi aku tak terpesona. Bagiku dia hanya sekadar the right person -yang kebetulan berada- on the right place. Dia hebat, silakan. Namun tak perlulah terlalu dipuja-puja. Apalagi dia sebenarnya sosok sederhana, bukan pencari ketenaran.

Dalam wawancara dia tampil sebagai ordinary human being. Dia cuma manusia biasa. Tak perlu disanjung-sanjung. Tak perlu dihebohkan. Adalah para wartawan dan publik yang menokohkan dia jadi orang penting.

Di sini terlihat, yang salah bukan Rara. Tetapi yang salah adalah publik. dan wartawan yang 'sakit'. Yang salah adalah kita. Yang sering terkagum-kagum pada sesuatu yang sebenarnya wajar-wajar saja. Banyak pawang-pawang lain di sekitar kita. Jadi biasa aja keles.... Kita memang sejak dulu hidup di alam mistik, jadi mengangguk sajalah. Nothing to lose. Percaya silakan, tak percaya pun boleh saja. Tak usah jadi berita, apalagi yang mengalahkan prestasi Mandalika, prestasi Marques, prestasi Jokowi dan Erick Tohir.

Bangun, Gaes, hari sudah siang. Mari hidup di dunia nyata. Dis-moi ce que tu manges, je te dirai ce que tu es. Tell me what you eat and I will tell you what you are. Sebut nama orang yang kau idolakan, maka akan kusebut manusia jenis apa dirimu. Jika kau hanya pengagum Rara, maka kau tidak kuharap duduk semeja denganku, karena aku cenderung lebih percaya pada sesuatu yang nyata.

Excuse me, sorry-menyorrylah, ya.....


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar