Jakarta, Indonesia | Saturday, 01-10-2022

NEWS UPDATE

Rusia Amankan Demonstran Anti Perang di Moskow

Masheru | Kamis,22 Sept 2022 - 02:48:07 WIB

Demonstrasi anti wajib militer diamankan polisi Rusia/foto ist SSV Youtube NBC News

CityPost – Sebuah kelompok pemantau local dan kantor berita independent Rusia melaporkan bahwa saat ini ada 1.000 orang demonstran anti perang yang ditangkap oleh pihak berwenang Moskow pasca adanya seruan mobilisasi parsial terkait peperangan di Ukraina.

Bahkan, outlet berita independent tersebut mengatakan dari mereka yang ditangkap ada yang mendapat panggilan untuk melapor ke kantor pendaftaran militer pada Kamis (22/9) hari ini yang disebut sebagai hari pertama wajib militer.

Seperti yang dilansir melalui Al Jazeera disebutkan bahwa perihal orang-orang yang ditangkap, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan orang-orang yang ditahan diberi draft kertas dan itu tidak melanggar hukum.

Informasi lainnya yang dilansir melalui kantor berita AFP menyebutkan ada 50 orang yang ditahan polisi di Moskow, sementara di Saint Petersburg polisi mengepung dan menahan sekelompok kecil demonstran.

Dilaporkan pasca adanya seruan wajib militer, Gerakan Oposisi Vesna menolak dan melakukan aksi protes agar tidak ada lelaki Rusia yang dikirim untuk berperang.

“Ribuan pria Rusia, ayah, saudara dan suami kita akan dilemparkan kedalam penggilingan daging perang. Untuk apa mereka akan mati ? Apa yang akan ibu dan anak tangisi?” seru pihak oposisi.

Dari sisi lain, Kantor Kejaksaan Moskow memperingatkan bahwa mengorganisir atau berpartisipasi dalam protes bisa menyebabkan hukuman 15 tahun penjara.

Diketahui sebelumnya pada Rabu (21/9) kemarin. Aksi protes anti perang sudah berlangsung di Rusia. Unjuk rasa tersebut merupakan yang pertama kalinya sejak Rusia menggelar Operasi Militer ke Ukraina. (Masheru/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar