Jakarta, Indonesia | Monday, 15-08-2022

NEWS UPDATE

Senegal Gelar Jajak Pendapat Soroti Elektabilitas Partai

Andre Heru | Jumat,29 Jul 2022 - 14:30:53 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist SSV Youtube africanews

CityPost – Menjelang dilaksanakannya pemilhan presiden pada 2024 mendatang. Senegal mulai menggelar jajak pendapat untuk melihat peringkat popularitas dan elektabilitas dari partai-partai yang berpengaruh dalam pemilihan legislative.

Melansir laporan Al Jazeera disebutkan bahwa koalisi partai oposisi utama di Senegal sedang berlomba-lomba untuk mendapatkan pengaruh mereka dalam pemilihan legislatif yang akan digelar pada Minggu dan bakal menjadi penentu tempat pemilihan presiden 2 tahun mendatang.

Penentuan itu juga disebutkan bakal mempengaruhi pencalonan kembali Presiden Macky Sall untuk periode ketiga dan kini menjadi kontroversi.

Saat ini, demokrasi politik di Senegal masih panas. Sejumlah ketegangan dilaporkan meningkat dinegara Afrika Barat itu. Kekerasan pecah pada tahun lalu usai lawan politik Sall Ousmane Sonko yang menduduki peringkat ketiga dalam pemilihan presiden 2019 lalu ditangkap karena tuduhan pemerkosaan. Namun, Sonko membantah tuduhan tersebut.

Krisis politik dan kondisi ekonomi yang menurun drastic ditengah gempuran pandemi Covid19 membuat negara itu terus dilanda persiteruan. Rakyat yang kontra dengan presiden marah karena pemimpin itu dianggap telah melumpuhkan saingannya dan tidak mampu memenuhi janji mereka dalam meningkatkan mata pencaharian rakyatnya.

Sementara, sejumlah lawan politik khawatir Sall akan melanggar batas dua masa jabatan konstitusional dan mencalonkan diri kembali pada 2024 mendatang.

Menyikapi kondisi politik Senegal, Dosen Ilmu Politik Universitas Gaston Berger, di Kota Utara Saint Louis, Moussa Diaw mengatakan, ditengah ketidakpuasan yang berkembang saat ini. Partai-partai oposisi berharap koalisi Benno Bokk Yakaar yang berkuasa akan melihat mayoritas parlemennya tergelincir dibawah 125 dari 165 kursi yang ada saat ini di Majelis Nasional.

“Warga secara terbuka menyatakan… kelelahan dalam menghadapi kenaikan harga, tingginya biaya hidup, kemiskinan dan kurangnya pekerjaan,” tegas Diaw.

Diketahui, Senegal merupakan negara yang ada disekitar pesisir lautan dengan mayoritas penduduk yang hidup dari pertanian, perikanan dan pariwisata. Ada sekitar 17,5 juta penduduk menggantungkan hidup ditiga sektor tersebut.

Negara itu mengalami pembekuan perdagangan dengan Mali karena terkena sanksi pada Januari lalu usai gagal menggelar pemilihannya sendiri pasca kudeta. (And/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar