Jakarta, Indonesia | Monday, 21-06-2021

NEWS UPDATE

Usai Brebes, Kemenkop Kini Rambah Factory Sharing Di Subang

Agus | Minggu,09 Mei 2021 - 02:38:55 WIB

Sesmenkop Arif Rahman Hakim besama Deputi UKM Hanung H Rachman melakukan peninjauan ke Koperasi Produsen Singgalang Sari Maju di Kampung Mekarsari Rt 08, Rw 03 Desa Sarireja Kecamatan Jalancagak Subang, Jawa Barat pada Minggu (9/5)/foto Agus citypost

 

Subang, CityPost – Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim saat ini terus menjajaki wilayah-wilayah yang memiliki produk pertanian unggulan dan menjadi ciri khas daerah tersebut. Usai sebelumnya membidik wilayah Brebes untuk program Rumah Produksi Bersama (Factory Sharing) terkait produk bawang, kini mereka merambah ke Subang untuk mengembangkan Nanas.

Arif mengatakan, pendirian rumah produksi bersama olahan hasil perkebunan di Kabupaten Subang yakni Nanas mengacu pada arahan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Oleh karenanya, dia bersama Deputi UKM Hanung H Rachman melakukan peninjauan ke Koperasi Produsen Singgalang Sari Maju di Kampung Mekarsari Rt 08, Rw 03 Desa Sarireja Kecamatan Jalancagak Subang, Jawa Barat pada Minggu  (9/5).

Turut hadir dalam acara tersebut Sekda  Subang, Asep Nuroni, Kadis Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kab. Subang, Dadang Kurnianudin,  Sekdis DKUPP,  Suwitro, Kabid Koperasi, Ahmad Sudrajat, Kabid UMKM, Dedeh Efendi, Kasi Kelembagaan dan Diklat, Kasi Pengembangan dan kemitraan Usaha Kop dan  Kasi Pembiayaan UMKM,; Sekmat Jalancagak,;  Ketua Koperasi produsen Singgalang Sari Maju, F. Rizal Ali.

"Sesuai arahan Menkop bapak Teten Masduki yang berkunjung ke Subang tiga bulan lalu dan membahas kerjasama industri olahan produk unggulan di Kabupaten Subang. Pada waktu itu disepakati Nanas yang sebagai prioritas produk olahan yang akan dikerjakan," jelas Arif R Hakim.

Kab Subang selama ini dikenal sebagai sentra nanas dan mensuplai 90 persen produksi Nanas di Jawa Barat.  Produknya banyak tapi harganya tidak stabil  terlebih saat panen raya,  karena itu perlu dibantu industri olahan  agar UMKM malah bisa naik kelas dengan adanya produk olahan nanas.

'"Harapannya para pelaku di bidang pertanian  bisa  dihimpun dalam satu wadah koperasi dan koperasinya  memiliki  usaha industri olahan. Nanti juga dikaji skala ekonominya,  berapa kolompok usaha minimalnya, demikian juga berapa luas lahan  dikaji berapa kelomok tujuannya agar terjaga kontinuitas produksinya," harap SesmenkopUKM.

" Saya juga  berharap apa yang saat ini dikerjakan untuk membangun industri olahan segera terwujud. Kalau biayanya tidak terlalu besar dan kompleksitasnya tidak terlalu banyak, saya optimis factory sharing bisa didirikan pada tahun 2021 ini," ujar Sesmenkop Arif Hakim.

Senada dengan Arif, Deputi Bidang UKM Kemenkop Hanung Harimba Rachman mengatakan terkait persoalan teknis pihaknya akan melakukan beberapa langkah.

"Tim kami nanti secara teknis akan melakukan semacam persiapan semacam cek lokasi, melihat  ke ekonomiannya dan lain sebagianya. Termasuk juga mengenai pengelolaannya nanti kedepan,"jelasnya.

Hanung mengatakan bahwanya dirinya telah memiliki beberapa model bisnis yang telah dicoba. Salah satunya dengan menggandeng BUMN. Sementara, beberapa kajian juga dilakukan agar bisa memanfaatkan peralatan yang ada dan telah diberikan.

"Kami akan melakukan kajian perisiapan dan sebagainya. Kita harapkan sebagaiman dikatakan pak Sesmen tahun 2021 bisa dilaksanakan kalo kompleksitas dan biayanya terlalu besar,"paparnya.

Terkait market jangka pendek, kata Hanung, pihaknya akan mempertemukan institusi dan platform lain yang punya program sama agar lebih terarah setelah kajian dilaksanakan. Kajian itu sendiri nantinya pihak Kemenkop akan menggandeng BPPT, untuk melihat ketepatan teknologi yang digunakan.

Menanggapi rencana pemerintah tersebut, Sekda Kabupaten Subang, Asep Nuroni berharap dengan hadirnya Kemenkop maka bisa membantu mengembangkan Koperasi agar lebih mandiri.

"Dalam arti sebagai produsen juga sebagai pemasar itu sendiri," kata Asep. Adapun kaitan dengan factory Subang, Asep Nuroni mengatakan bahwa Pemkab Subang akan konsen pada penyiapan lahan.

"Jadi kita konsen dalam perluasapan lahan.Kita manfaatkan lahan yang tidur dan dikerjaksamakan dengan BUMD yang ada,"tukasnya. (Agus)


 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar