Jakarta, Indonesia | Saturday, 23-10-2021

NEWS UPDATE

Zabadi Ungkap Peluang Koppontren Kembangkan Multi Usaha

Agus | Jumat,03 Sept 2021 - 23:56:28 WIB

Acara Pelatihan SDM Bidang Perkoperasian berbasis Kluster, Komoditas dan Komunitas /foto Agus citypost

Sukabumi, CityPost – Deputi Bidang Perkoperasian dari Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi menyampaikan bahwa saat ini keberadaan Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) bisa berpeluang untuk berkembang dan memiliki multi usaha yang akan menopang kegiatan komunitas mereka.

Menurut Zabadi, peluang itu terbuka lebar pasalnya Koppotren sudah memiliki pasar yakni para santri dan sejumlah mitra dari luar pondok sebagai offtaker.

“Agar jaringan bisnis Koppontren luas, Koppontren harus berani keluar dari zona nyaman (out of the box) yakni berani membentuk holding Koppontren,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara Pelatihan SDM Bidang Perkoperasian berbasis Kluster/Komoditas dan Komunitas yang diselenggarakan oleh Asisten Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Jabatan Fungsional di Gedung Serba Guna Graha Ahmad Dasuki pada Selasa (1/9) lalu.

Acara tersebut dihadiri juga oleh Asdep SDM Koperasi Nasrun dan Nanang Sunandar, Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sukabumi bersama para peserta pelatihan.

Zabadi menjelaskan, dalam membangun koperasi tidak bisa kerja sambilan, karena mengelola koperasi sama artinya mengelola perusahaan, yang membedakan hanya pada kepemilikan. Koperasi dimiliki oleh anggota sementara perusahaan dimiliki oleh segelintir orang pemegang saham.

“Koperasi harus dikelola secara professional dengan melaksanakan fungsi manajemen, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan. Semua harus berjalan simultan dan saling interdependesi satu dengan yang lain untuk mencapai target yang ditetapkan dan disusun dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK),” terang Zabadi.

Sementara itu, terkait Koppontren yang jumlahnya mencapai 2.439 dengan jumlah anggota sebanyak 163.408 orang, Zabadi berharap Koppontren bisa menjadi pelopor gerakan ekonomi berbasis koperasi. Seperti Unit Gabungan Terpadu Nusantara Sidogiri dan Kopsyah Benteng Mikro Indonesia (BMI).

“Untuk menjadi besar harus berjamaah dan saya yakin Koppontren bisa suatu saat punya rumah sakit, pabrik, peternakan dan bank mikro syariah. Untuk sampai kepada koperasi modern dengan multi usaha, Kementerian Koperasi dan UKM memiliki empat strategi dalam upaya pengembangan yang akan dijadikan model bisnis melalui korporatisas, koperasi multifactory sharing dan penguatan kelembagaan dengan strategi amalgamasi,” jelas Zabadi.

Kendati demikian, Deputi Bidang Perkoperasian menegaskan bahwa permasalahan umum koperasi adalah SDM yang lemah, kelembagaan, managemen, pasar dan teknologi atau inovasi. Untuk mengatasi permasalahan itu maka diperlukan pelatihan dan pendampingan dari para ahli.

“Saya memohon dan hormat saya kepada para Ustadz para Kyai agar mengorek ilmu perkoperasian dari para narasumber yang merupakan intelektual muda, praktisi koperasi yang sengaja saya hadirkan disini dari Purwokerto untuk transfer knowledge,”pungkasnya. (Agus)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar