Cristiano Ronaldo lagi jadi sorotan di Arab Saudi, dan kali ini bukan karena gol-golnya. Liga Pro Saudi secara terang-terangan menyampaikan pesan tegas ke megabintang asal Portugal itu: tidak ada satu pun individu, sehebat apapun dia, yang bisa mengatur keputusan di luar klubnya sendiri.
Pernyataan ini muncul di tengah ketidakjelasan masa depan CR7 di Al-Nassr. Penyerang berusia 41 tahun ini tercatat sudah mencetak 91 gol dalam 95 penampilan di Liga Pro Saudi, tapi belakangan hubungannya dengan manajemen klub tampaknya sedang tidak baik-baik saja.
Ronaldo Absen Misterius dari Skuad Al-Nassr
Semuanya bermula ketika Ronaldo tidak masuk dalam daftar pemain Al-Nassr untuk laga melawan Al-Riyadh di hari Senin kemarin. Ini jelas bukan hal biasa untuk pemain sekaliber dia.
Media Portugal, A Bola, melaporkan bahwa Ronaldo menolak untuk bermain. Alasannya? Dia merasa tidak puas dengan cara klub dikelola oleh Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. Kalau kamu belum tahu, PIF ini adalah dana investasi raksasa milik pemerintah Arab Saudi yang mengendalikan beberapa klub di liga tersebut.
Tapi apa sebenarnya yang bikin Ronaldo kesal sampai segitunya?
Transfer Benzema Jadi Pemicu Utama
Menurut informasi yang diperoleh BBC Sport, pemicu utama kekesalan Ronaldo adalah kepindahan Karim Benzema ke Al-Hilal. Benzema, mantan rekan setim Ronaldo di Real Madrid, baru saja pindah dari Al-Ittihad ke Al-Hilal yang merupakan pemuncak klasemen liga.
Yang bikin situasinya makin panas, Benzema langsung tampil gila-gilaan di debut barunya. Striker Prancis berusia 38 tahun itu langsung mencetak hat-trick saat Al-Hilal menang telak 6-0 atas Al-Okhdood di hari Kamis. Debut impian yang pastinya bikin Ronaldo makin gerah.
Kenapa ini jadi masalah besar buat Ronaldo? Karena baik Al-Nassr maupun Al-Hilal sama-sama dikuasai oleh PIF. Jadi secara tidak langsung, bos yang sama membuat keputusan untuk memperkuat rival utama klubnya. Bayangkan kamu kerja di satu perusahaan, terus bos kamu malah kasih resources terbaik ke divisi sebelah yang jadi kompetitor langsung kamu. Pasti kesal juga, kan?
Oh iya, PIF ini juga yang jadi pemilik Newcastle United di Liga Inggris, jadi cakupan pengaruhnya memang luas banget di dunia sepak bola.
Liga Saudi Buka Suara dengan Tegas
Merespons situasi yang makin memanas ini, juru bicara Liga Pro Saudi mengeluarkan pernyataan resmi ke BBC Sport. Dan pesannya cukup jelas — tidak ada pemain yang kebal dari aturan.
“Liga Pro Saudi dibangun dengan prinsip sederhana: setiap klub beroperasi secara independen di bawah regulasi yang sama,” kata juru bicara liga tersebut.
Pernyataan itu menjelaskan bahwa setiap klub punya dewan direksi sendiri, eksekutif sendiri, dan kepemimpinan sepak bola mereka sendiri. Keputusan soal rekrutmen, pengeluaran, dan strategi ada di tangan masing-masing klub, dalam kerangka finansial yang dirancang untuk menjaga keberlanjutan dan keseimbangan kompetisi.
“Cristiano sudah terlibat penuh dengan Al-Nassr sejak kedatangannya dan punya peran penting dalam pertumbuhan serta ambisi klub,” tambah juru bicara liga. “Seperti kompetitor elite manapun, dia ingin menang.”
Tapi kemudian datang kalimat kunci yang sepertinya ditujukan langsung ke Ronaldo: “Tapi tidak ada individu — sehebat apapun — yang menentukan keputusan di luar klubnya sendiri.”
Soal transfer Benzema, liga juga punya jawaban: “Aktivitas transfer belakangan ini menunjukkan independensi itu dengan jelas. Satu klub memperkuat timnya dengan cara tertentu. Klub lain memilih pendekatan berbeda. Itu semua keputusan klub, yang diambil dalam parameter finansial yang sudah disetujui.”
Perjalanan Ronaldo di Arab Saudi
Ronaldo bergabung dengan Al-Nassr pada 2022 setelah perpisahan yang tidak menyenangkan dengan Manchester United di tengah musim. Kepindahannya ke Arab Saudi menjadikan dia pemain dengan bayaran tertinggi dalam sejarah sepak bola, dengan gaji tahunan mencapai £177 juta atau sekitar Rp3,6 triliun. Angka yang benar-benar fantastis.
Tapi meskipun gajinya selangit, trofi yang didapat Ronaldo di Al-Nassr belum sesuai ekspektasi. Sejauh ini, satu-satunya gelar yang berhasil dia raih bersama klub adalah Piala Champions Klub Arab. Untuk standar pemain peraih 5 Ballon d’Or, tentu itu belum cukup.
Di bulan Juni 2025, Ronaldo menandatangani kontrak baru berdurasi 2 tahun dengan Al-Nassr. Tapi sebelum dia setuju dengan perpanjangan itu, sempat muncul spekulasi bahwa dia bakal hengkang. Salah satu opsi yang beredar saat itu justru adalah pinjaman ke Al-Hilal, rival yang sekarang malah jadi sumber kekesalannya.
Kondisi Klasemen yang Bikin Frustrasi
Kalau kita lihat klasemen Liga Pro Saudi musim ini, wajar sih Ronaldo frustrasi. Al-Hilal sedang dalam performa luar biasa — belum terkalahkan sepanjang musim dan memimpin klasemen dengan 50 poin setelah 20 pertandingan.
Al-Nassr? Mereka ada di posisi 3, tertinggal 4 poin dari puncak, meskipun punya 1 pertandingan lebih sedikit. Secara matematis, gelar masih mungkin. Tapi dengan Al-Hilal yang sekarang makin kuat setelah kedatangan Benzema, jalan Al-Nassr menuju juara jelas makin berat.
Dan yang bikin Ronaldo tambah frustrasi, Al-Nassr cuma mendatangkan 1 pemain di jendela transfer Januari, yaitu Hayder Abdulkareem, gelandang tim U-23 Irak. Bandingkan dengan Al-Hilal yang mendatangkan Benzema — striker kelas dunia yang langsung berdampak. Ketimpangan ini yang tampaknya jadi akar masalah.
Ronaldo Kembali Latihan, Tapi Masih Tanda Tanya
Di tengah semua drama ini, Ronaldo memposting foto dirinya kembali berlatih di hari Rabu. Ini setidaknya jadi sinyal bahwa dia belum sepenuhnya mogok. Tapi apakah dia bakal main melawan Al-Ittihad di hari Jumat? Para pejabat Liga Pro Saudi sendiri mengaku belum yakin.
Situasi ini jelas tidak ideal buat semua pihak. Al-Nassr butuh Ronaldo di lapangan kalau mau bersaing merebut gelar. Dan Ronaldo, mau tidak mau, tetap terikat kontrak dengan klub sampai 2027.
Liga Saudi Tetap Optimis soal Kompetisi
Meskipun ada drama Ronaldo, Liga Pro Saudi berusaha menunjukkan bahwa kompetisi mereka tetap berjalan dengan baik. Juru bicara liga menekankan bahwa persaingan di papan atas sangat ketat.
“Daya saing liga ini berbicara sendiri. Dengan hanya selisih beberapa poin di antara 4 besar, perburuan gelar masih sangat terbuka. Level keseimbangan seperti itu menunjukkan sistem yang berjalan sesuai rencana,” kata juru bicara liga.
“Fokusnya tetap pada sepak bola — di lapangan, di mana seharusnya — dan pada mempertahankan kompetisi yang kredibel dan kompetitif untuk pemain dan penggemar.”
Apa yang Bisa Terjadi Selanjutnya?
Situasi Ronaldo di Al-Nassr sekarang benar-benar di persimpangan jalan. Ada beberapa skenario yang mungkin terjadi.
Skenario pertama, Ronaldo dan Al-Nassr berdamai. Klub mungkin berjanji untuk memperkuat skuad di jendela transfer berikutnya, dan Ronaldo kembali fokus bermain. Ini skenario paling realistis dalam jangka pendek.
Skenario kedua, ketegangan terus berlanjut. Ronaldo tetap tidak puas tapi tetap bermain karena terikat kontrak. Performanya mungkin terpengaruh, dan suasana di ruang ganti jadi tidak kondusif.
Skenario ketiga, dan ini yang paling dramatis, Ronaldo memaksa untuk pergi. Entah itu kembali ke Eropa, pindah ke liga lain, atau bahkan pensiun. Di usia 41 tahun, opsi pensiun bukan hal yang mustahil meskipun Ronaldo sendiri sepertinya belum siap untuk itu.
Pelajaran dari Kasus Ini
Kasus Ronaldo vs Al-Nassr ini sebenarnya mengangkat isu yang lebih besar tentang bagaimana Liga Pro Saudi dikelola. Ketika satu entitas (PIF) mengendalikan beberapa klub dalam liga yang sama, konflik kepentingan seperti ini memang rawan terjadi.
Liga memang mengklaim bahwa setiap klub beroperasi secara independen. Tapi ketika keputusan transfer satu klub bisa langsung merugikan klub lain yang dimiliki oleh entitas yang sama, klaim independensi itu jadi sulit untuk ditelan mentah-mentah.
Yang jelas, drama ini menunjukkan bahwa meskipun Liga Pro Saudi sudah mendatangkan bintang-bintang kelas dunia dengan gaji selangit, mengelola ego dan ekspektasi para superstar tetap jadi tantangan tersendiri. Uang bisa mendatangkan pemain terbaik, tapi tidak bisa menjamin keharmonisan.
Ronaldo mungkin pemain terhebat yang pernah bermain di Liga Pro Saudi. Tapi seperti yang sudah ditegaskan oleh liga sendiri — tidak ada pemain yang lebih besar dari klub, apalagi lebih besar dari liga itu sendiri.
Kita tunggu saja kelanjutannya. Satu hal yang pasti, selama ada Ronaldo, drama tidak akan pernah jauh dari sepak bola.

