Rekomendasi 20 Film Netflix Terbaik Update 2026 Semua Genre

Ilustrasi Rekomendasi 20 Film Netflix Terbaik Update 2026 Semua Genre

Ilustrasi.

Netflix memasuki tahun 2026 dengan koleksi film yang semakin beragam dan berkualitas. Dari total ratusan judul yang tersedia di platform ini, tidak semua layak mendapat waktu luang berharga di akhir pekan. Persaingan dengan Disney+, Amazon Prime Video, dan Apple TV+ justru membuat Netflix semakin agresif menghadirkan konten orisinal maupun akuisisi film-film yang sudah mendapat pengakuan kritikus internasional.

Memilih film terbaik di Netflix bukan sekadar melihat judul yang sedang trending. Kombinasi antara skor Rotten Tomatoes, jumlah penonton global, serta respons audiens menjadi indikator paling andal untuk menyaring film yang benar-benar worth it. Per awal 2026, beberapa film bahkan mencatatkan rekor viewership yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara yang lain meraih skor sempurna dari para kritikus.

Daftar rekomendasi ini disusun berdasarkan data dari berbagai sumber media terpercaya, termasuk ANTARA, InsertLive, Rotten Tomatoes, dan portal hiburan Indonesia lainnya. Seluruh film dipilih dengan kriteria ketat: rating tinggi, jumlah penonton masif, dan mewakili berbagai genre mulai dari action, drama, horor, komedi, sci-fi, animasi, hingga dokumenter.

Bagi siapa pun yang sedang bingung memilih tontonan malam ini, berencana marathon film di akhir pekan, atau sekadar ingin memastikan tidak melewatkan karya-karya terbaik yang tersedia di Netflix saat ini, daftar 20 film berikut adalah panduan lengkapnya. Setiap judul disertai informasi genre, alasan mengapa film tersebut layak ditonton, dan data pendukung yang relevan.

Film Action dan Thriller yang Bikin Tegang

1. Carry-On

Dengan total 149,5 juta views secara global, Carry-On adalah salah satu film Netflix paling banyak ditonton sepanjang masa. Film thriller ini mengambil latar belakang bandara pada malam Natal, di mana seorang petugas keamanan TSA muda harus menghadapi ancaman misterius yang memaksanya meloloskan sebuah tas berbahaya. Ketegangan dibangun secara bertahap dan nyaris tanpa jeda, menjadikannya tontonan yang sulit di-pause begitu dimulai.

Kekuatan utama Carry-On terletak pada premis sederhana namun sangat efektif. Tidak perlu efek CGI berlebihan atau adegan ledakan masif untuk menciptakan ketegangan. Cukup satu ruangan, satu keputusan moral, dan hitungan waktu yang terus berjalan. Film ini membuktikan bahwa thriller cerdas masih punya tempat di era blockbuster.

2. Havoc (Tom Hardy)

Tom Hardy kembali ke layar Netflix dengan Havoc, film aksi-kriminal yang mencatatkan 29,8 juta views hanya dalam minggu pertama penayangan. Hardy berperan sebagai seorang detektif yang harus menavigasi dunia bawah tanah kriminal untuk menyelamatkan putra seorang politisi. Koreografi laga dalam film ini brutal, kasar, dan sangat memuaskan bagi penggemar genre aksi.

Sutradara Gareth Evans, yang dikenal lewat franchise The Raid, membawa keahlian khasnya dalam merancang adegan pertarungan jarak dekat. Setiap sequence laga terasa visceral dan penuh energi. Bagi penggemar film aksi yang menginginkan intensitas tanpa kompromi, Havoc adalah jawaban yang tepat di katalog Netflix 2026.

3. Rebel Ridge (Aaron Pierre)

Aaron Pierre tampil memukau dalam Rebel Ridge, thriller yang berhasil meraih 38,6 juta views dan memenangkan penghargaan di Critics’ Choice Awards. Film ini mengisahkan seorang mantan marinir yang berkonfrontasi dengan kepolisian kota kecil yang korup ketika ia mencoba membebaskan sepupunya dari tahanan. Premisnya mungkin terdengar familiar, tetapi eksekusinya jauh dari klise.

Rebel Ridge unggul dalam membangun ketegangan melalui dialog dan konfrontasi verbal, bukan sekadar adegan tembak-menembak. Sinematografi yang memanfaatkan lanskap kota kecil Amerika menciptakan atmosfer klaustrofobik yang memperkuat tema ketidakadilan sistemik. Film ini menjadi bukti bahwa thriller yang digerakkan oleh karakter bisa sama menegangkannya dengan blockbuster beranggaran besar.

Baca Juga:  Nonton Captain Phillips di Trans TV Malam Ini, Film Tom Hanks Soal Pembajakan Kapal Nyata

Film Drama dan Romance yang Nyentuh Hati

4. May December

May December mempertemukan dua aktris papan atas, Natalie Portman dan Julianne Moore, dalam sebuah drama psikologi yang kompleks dan tidak nyaman untuk ditonton, namun justru di situlah kekuatannya. Portman berperan sebagai aktris yang meneliti kehidupan seorang perempuan kontroversial (Moore) untuk persiapan peran film. Lapisan demi lapisan kebenaran terkuak seiring berjalannya cerita.

Sutradara Todd Haynes mengemas film ini dengan pendekatan yang sangat terkontrol. Tidak ada adegan melodramatis berlebihan. Ketegangan justru muncul dari hal-hal yang tidak dikatakan, dari tatapan mata, dan dari jeda-jeda percakapan yang penuh makna. May December adalah drama yang menuntut perhatian penuh dan memberi imbalan setimpal berupa pengalaman sinematik yang sulit dilupakan.

5. Maestro (Bradley Cooper)

Bradley Cooper tidak hanya membintangi tetapi juga menyutradarai Maestro, film biografi tentang kehidupan komponis legendaris Leonard Bernstein. Film ini menggali sisi personal Bernstein, khususnya hubungannya dengan sang istri, Felicia Montealegre, yang diperankan secara brilian oleh Carey Mulligan. Transformasi fisik Cooper untuk peran ini saja sudah layak mendapat apresiasi.

Dengan perpaduan visual hitam-putih dan berwarna yang merepresentasikan dua era berbeda dalam kehidupan Bernstein, Maestro bukan sekadar film biografi konvensional. Film ini adalah eksplorasi mendalam tentang ambisi, cinta, dan pengorbanan yang menyertai kehidupan seorang genius. Pencinta drama berkelas akan menemukan banyak hal untuk diapresiasi dalam karya ini.

6. His Three Daughters

His Three Daughters menghadirkan Natasha Lyonne, Elizabeth Olsen, dan Carrie Coon sebagai tiga saudara perempuan yang berkumpul di sebuah apartemen New York untuk menemani ayah mereka yang sedang sekarat. Film ini nyaris seluruhnya berlatar di satu lokasi, tetapi justru menciptakan keintiman yang luar biasa kuat.

Kekuatan film ini terletak pada dialog dan akting para pemainnya. Setiap karakter membawa luka, harapan, dan penyesalan masing-masing, dan benturan di antara ketiganya terasa sangat otentik. His Three Daughters adalah jenis drama yang membuat penonton merenung lama setelah credit bergulir, menjadikannya salah satu hidden gem terbaik di Netflix saat ini.

Film Horor dan Misteri yang Bikin Merinding

7. Talk to Me

Talk to Me membawa angin segar ke genre horor dengan konsep yang orisinal dan eksekusi yang berani. Film horor Australia ini berkisah tentang sekelompok remaja yang menemukan tangan keramik misterius yang memungkinkan mereka berkomunikasi dengan arwah. Tentu saja, eksperimen ini berubah menjadi mimpi buruk ketika batas antara dunia hidup dan mati mulai kabur.

Berbeda dari kebanyakan film horor yang mengandalkan jump scare, Talk to Me membangun ketakutan melalui atmosfer dan body horror yang benar-benar mengganggu secara visual. Sutradara Danny dan Michael Philippou, yang berasal dari latar belakang YouTube, membuktikan bahwa mereka mampu menghasilkan karya sinematik yang diperhitungkan di level internasional. Film ini menjadi salah satu horor terbaik yang bisa ditonton di Netflix pada 2026.

8. Don’t Move

Diproduseri oleh Sam Raimi, Don’t Move adalah thriller-horor yang mengandalkan premis sederhana namun mencekam. Seorang perempuan yang sedang berduka di hutan terpencil disuntik oleh orang asing dengan obat yang akan melumpuhkan seluruh tubuhnya dalam hitungan menit. Ia harus melarikan diri sebelum tubuhnya benar-benar tidak bisa bergerak.

Film ini berdurasi singkat dan langsung masuk ke inti cerita tanpa basa-basi. Ketegangan dibangun melalui hitungan waktu yang literal, karena penonton bisa melihat efek obat yang perlahan menjalar ke seluruh tubuh protagonis. Don’t Move membuktikan bahwa horor tidak membutuhkan monster atau makhluk supernatural untuk menjadi benar-benar menakutkan.

9. The Thursday Murder Club

Diadaptasi dari novel best-seller karya Richard Osman, The Thursday Murder Club menghadirkan cast veteran yang mengesankan: Helen Mirren, Pierce Brosnan, Ben Kingsley, dan Celia Imrie. Empat pensiunan yang secara rutin menyelidiki kasus-kasus dingin tiba-tiba harus menghadapi pembunuhan sungguhan yang terjadi di panti jompo mereka.

Film ini berhasil memadukan elemen misteri klasik dengan humor kering khas Inggris. Setiap karakter memiliki keahlian dan kepribadian unik yang saling melengkapi, menciptakan dinamika kelompok yang sangat menghibur. The Thursday Murder Club adalah pilihan ideal bagi pencinta misteri yang menginginkan tontonan cerdas tanpa harus menanggung beban emosional yang terlalu berat.

Film Komedi dan Slice of Life yang Ringan Ditonton

10. Hit Man (Glen Powell)

Glen Powell yang sedang naik daun tampil memesona dalam Hit Man, komedi cerdas yang disutradarai oleh Richard Linklater. Powell berperan sebagai seorang profesor psikologi yang secara diam-diam bekerja sebagai pembunuh bayaran palsu untuk kepolisian, menjebak orang-orang yang mencoba menyewa jasa hitman. Masalah dimulai ketika ia jatuh cinta pada salah satu targetnya.

Hit Man bukan komedi slapstick. Humor dalam film ini lahir dari situasi absurd yang terus bereskalasi dan kemampuan Powell dalam berganti-ganti persona. Linklater mengemas cerita berdasarkan kisah nyata ini dengan ritme yang tepat, membuat penonton tertawa sekaligus terlibat secara emosional. Film ini sangat cocok untuk malam santai yang membutuhkan hiburan berkualitas.

Baca Juga:  Nonton Captain Phillips di Trans TV Malam Ini, Film Tom Hanks Soal Pembajakan Kapal Nyata

11. A Family Affair

Nicole Kidman dan Zac Efron menjadi duo tak terduga dalam A Family Affair, komedi romantis yang ringan dan menghibur. Ceritanya berkisah tentang seorang asisten muda yang terkejut mendapati ibunya (Kidman) menjalin hubungan romantis dengan bosnya yang merupakan aktor Hollywood terkenal (Efron). Situasi canggung demi situasi canggung tercipta dengan sangat natural.

Meskipun tidak akan memenangkan penghargaan bergengsi, A Family Affair berhasil dalam tujuan utamanya: menghibur tanpa membuat penonton berpikir terlalu keras. Chemistry antara Kidman dan Efron ternyata bekerja lebih baik dari ekspektasi, dan kehadiran Joey King sebagai poros cerita menambah dimensi komedi yang segar. Film ini adalah comfort movie yang ideal untuk nonton bareng keluarga.

12. Nonnas

Dengan skor 82% di Rotten Tomatoes dan 20 juta views dalam dua minggu pertama, Nonnas membuktikan bahwa film tentang makanan dan keluarga tidak pernah kehilangan daya tariknya. Film ini mengisahkan seorang chef muda yang memutuskan untuk mempekerjakan sekelompok nenek Italia sebagai juru masak di restorannya, menghadirkan benturan generasi yang hangat dan lucu.

Nonnas memadukan elemen komedi, drama, dan biografi dengan proporsi yang seimbang. Setiap karakter nenek memiliki kepribadian dan resep rahasia masing-masing, menciptakan dinamika yang tidak bisa diprediksi. Film ini meninggalkan perasaan hangat dan lapar setelah menontonnya, sebuah kombinasi yang jarang gagal memikat penonton dari berbagai kalangan.

Film Sci-Fi dan Fantasi dengan Konsep Unik

13. It’s What’s Inside

It’s What’s Inside mengambil konsep body-swapping yang sudah sering digunakan dalam sinema, tetapi mengeksekusinya dengan cara yang sama sekali berbeda. Sekelompok teman lama berkumpul untuk pesta malam sebelum pernikahan, lalu sebuah permainan misterius membuat mereka saling bertukar tubuh. Yang membuat film ini menonjol adalah lapisan thriller gelap yang menyertai premis tersebut.

Sutradara Greg Jardin memanfaatkan anggaran terbatas dengan sangat cerdas, mengandalkan penulisan naskah yang tajam dan akting ensemble yang solid. Setiap twist terasa earned dan bukan sekadar gimmick. Bagi penggemar sci-fi yang menginginkan sesuatu yang orisinal dan tidak bisa ditebak, It’s What’s Inside adalah salah satu temuan terbaik di Netflix awal 2026.

14. KPop Demon Hunters

KPop Demon Hunters mendapat skor 95% di Rotten Tomatoes, menjadikannya salah satu film animasi dengan rating tertinggi di Netflix. Film ini mempertemukan dua dunia yang tampaknya tidak mungkin bersatu: industri K-Pop dan perburuan makhluk supernatural. Hasilnya adalah petualangan musikal yang enerjik, penuh aksi, dan dipenuhi referensi budaya pop Korea.

Keberanian konsep inilah yang membuat KPop Demon Hunters terasa segar di tengah lautan film animasi yang cenderung bermain aman. World-building yang dibangun terasa konsisten dan kaya detail, sementara elemen musikalnya tidak terasa dipaksakan melainkan menjadi bagian integral dari narasi. Film ini membuktikan bahwa genre fantasi masih punya ruang untuk bereksperimen dengan ide-ide gila.

15. Plane (Gerard Butler)

Gerard Butler kembali ke zona nyamannya dalam Plane, film survival-thriller berpremis tinggi yang menempatkan seorang pilot komersial dan penumpangnya dalam situasi mustahil. Setelah pesawat mendarat darurat di sebuah pulau yang dikuasai kelompok separatis bersenjata, pilot tersebut harus bekerja sama dengan seorang tahanan yang sedang dalam proses ekstradisi untuk menyelamatkan seluruh penumpang.

Premis Plane terasa seperti diambil dari novel petualangan klasik, di mana karakter-karakter biasa dipaksa menghadapi situasi luar biasa. Kombinasi antara elemen survival di alam liar dan aksi militer menciptakan tontonan yang tidak memberi ruang untuk bernapas. Film ini adalah pilihan sempurna untuk malam di mana yang dibutuhkan hanyalah adrenalin murni selama dua jam.

Film Animasi dan Family-Friendly untuk Semua Umur

16. Wallace dan Gromit: Vengeance Most Fowl

Dengan skor sempurna 100% di Rotten Tomatoes, Wallace dan Gromit: Vengeance Most Fowl layak mendapat posisi istimewa dalam daftar ini. Duo ikonik dari Aardman Animations kembali dengan petualangan baru yang melibatkan gnome pintar buatan Wallace yang ternyata menyimpan agenda tersembunyi. Stop-motion animation yang menjadi ciri khas franchise ini tetap memukau secara visual.

Film ini membuktikan bahwa animasi stop-motion masih relevan dan bahkan bisa bersaing dengan produksi CGI modern. Humor cerdas yang bisa dinikmati oleh anak-anak maupun orang dewasa menjadikannya tontonan keluarga yang sempurna. Tidak banyak film yang bisa memuaskan penonton dari segala usia dengan tingkat konsistensi seperti ini.

17. The Wild Robot

The Wild Robot mengadaptasi novel karya Peter Brown menjadi film animasi dengan visual yang memukau dan cerita yang menyentuh. Film ini mengikuti perjalanan sebuah robot bernama Roz yang terdampar di pulau terpencil dan harus belajar bertahan hidup di alam liar, termasuk mengadopsi dan membesarkan seekor anak angsa. Tema tentang identitas, keluarga, dan adaptasi dikemas dengan sangat indah.

Setiap frame dalam The Wild Robot terasa seperti lukisan yang hidup. Gaya visual yang memadukan elemen realistis dengan sentuhan ilustrasi buku anak menciptakan estetika yang unik dan mudah dikenali. Di balik keindahan visualnya, film ini menyimpan pesan mendalam tentang apa artinya menjadi bagian dari sebuah komunitas, menjadikannya salah satu film animasi terbaik yang bisa ditemukan di Netflix tahun ini.

Baca Juga:  Nonton Captain Phillips di Trans TV Malam Ini, Film Tom Hanks Soal Pembajakan Kapal Nyata

Film Dokumenter dan Based on True Story yang Membuka Mata

18. Society of the Snow

Society of the Snow mengangkat tragedi penerbangan Andes tahun 1972 yang sudah pernah difilmkan sebelumnya dalam Alive (1993), tetapi dengan pendekatan yang jauh lebih humanis dan mendetail. Film ini mendapat nominasi Oscar untuk Film Berbahasa Asing Terbaik, dan setelah menontonnya, alasannya menjadi sangat jelas. Perspektif cerita diambil dari sudut pandang korban yang tidak selamat, memberikan dimensi emosional yang berbeda.

Sutradara J.A. Bayona tidak menghindari realitas brutal dari apa yang harus dilakukan para korban untuk bertahan hidup di pegunungan bersalju selama 72 hari. Namun film ini juga tidak mengeksploitasi tragedi tersebut. Ada keseimbangan antara penggambaran penderitaan fisik dan kekuatan spiritual para korban yang membuat Society of the Snow menjadi pengalaman sinematik yang sangat kuat dan sulit dilupakan.

19. Pangolin: Kulu’s Journey

Digarap oleh sutradara pemenang Oscar, Pangolin: Kulu’s Journey adalah dokumenter alam yang mengikuti perjalanan seekor trenggiling bernama Kulu dalam upayanya bertahan hidup di habitat yang semakin terancam. Film ini menggunakan teknik sinematografi tingkat tinggi untuk menangkap detail kehidupan hewan yang jarang mendapat sorotan media.

Di balik narasi yang menggemaskan, film ini menyampaikan pesan konservasi yang kuat tanpa terasa menggurui. Penonton diajak memahami ekosistem trenggiling secara mendalam, dari perilaku sehari-hari hingga ancaman yang mereka hadapi dari perburuan ilegal dan perusakan habitat. Pangolin: Kulu’s Journey adalah contoh sempurna bagaimana dokumenter bisa menghibur sekaligus mengedukasi.

20. Don’t Die: The Man Who Wants to Live Forever

Dengan skor 75% di Rotten Tomatoes, Don’t Die mendokumentasikan obsesi Bryan Johnson, seorang miliarder teknologi yang menghabiskan jutaan dolar untuk membalikkan proses penuaan tubuhnya. Film ini mengikuti rutinitas hariannya yang ekstrem, dari ratusan suplemen hingga transfusi darah, sambil mengeksplorasi pertanyaan filosofis yang lebih besar tentang kematian dan keabadian.

Dokumenter ini berhasil menyeimbangkan antara rasa kagum dan skeptisisme terhadap subjeknya. Johnson digambarkan secara tiga dimensi, bukan sekadar sebagai eksentrik kaya raya, melainkan sebagai manusia yang didorong oleh ketakutan mendalam akan kematian. Don’t Die memicu diskusi menarik tentang batas antara sains dan obsesi, menjadikannya salah satu dokumenter paling banyak dibicarakan di Netflix per awal 2026.

Tips Memaksimalkan Pengalaman Nonton Netflix di 2026

Fitur Netflix Terbaru yang Worth Dicoba

Netflix terus memperbarui fitur-fiturnya untuk meningkatkan pengalaman menonton. Spatial audio kini tersedia untuk semakin banyak judul, memberikan pengalaman suara imersif bagi pengguna yang memiliki perangkat kompatibel seperti AirPods Pro atau headphone Dolby Atmos. Fitur ini sangat terasa bedanya ketika menonton film-film dengan desain suara kompleks seperti Society of the Snow atau Havoc.

Fitur “My List” dan sistem rating jempol juga sebaiknya dimanfaatkan secara aktif. Semakin banyak film yang diberi rating, semakin akurat algoritma Netflix dalam merekomendasikan judul yang sesuai selera. Jangan ragu untuk mengeksplorasi kategori tersembunyi Netflix menggunakan kode genre yang bisa ditemukan secara online untuk menemukan film-film yang mungkin tidak muncul di halaman utama.

Resolusi dan Audio Terbaik

Untuk mendapatkan pengalaman visual dan audio optimal, perhatikan paket langganan yang digunakan. Paket Standard mendukung resolusi 1080p, sedangkan paket Premium menawarkan 4K Ultra HD dengan HDR dan Dolby Atmos. Bagi yang serius dengan kualitas tontonan, investasi pada paket Premium sangat terasa perbedaannya, terutama untuk film-film dengan sinematografi kuat seperti The Wild Robot dan Maestro.

Paket NetflixResolusi MaksimalAudioCocok Untuk
Standard1080p Full HDStereo 5.1Nonton kasual di laptop atau tablet
Premium4K Ultra HD + HDRDolby AtmosHome theater atau TV layar besar

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Film Netflix apa yang paling banyak ditonton di 2026?

Per awal 2026, Carry-On memimpin dengan 149,5 juta views secara global, diikuti oleh Rebel Ridge dengan 38,6 juta views, dan Havoc dengan 29,8 juta views dalam minggu pertama saja. Ketiga film tersebut berasal dari genre action-thriller yang memang menjadi favorit penonton Netflix.

2. Bagaimana cara menemukan film dengan rating tinggi di Netflix?

Gunakan fitur “Top 10” di halaman utama Netflix untuk melihat film paling populer saat ini. Selain itu, situs Rotten Tomatoes dan IMDb bisa dijadikan referensi silang untuk mengecek skor kritikus dan penonton sebelum memutuskan film yang akan ditonton.

3. Apakah semua film dalam daftar ini masih tersedia di Netflix Indonesia pada 2026?

Ketersediaan film di Netflix bisa berbeda tergantung wilayah dan perjanjian lisensi. Sebagian besar film dalam daftar ini adalah Netflix Original yang cenderung tersedia secara permanen, tetapi film lisensi seperti Plane dan Talk to Me bisa saja berputar keluar dari katalog sewaktu-waktu.

4. Berapa biaya langganan Netflix terbaru?

Harga langganan Netflix di Indonesia per 2026 bervariasi mulai dari paket Standard hingga Premium. Disarankan untuk mengecek langsung di situs resmi Netflix karena harga bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan terbaru.

5. Film Indonesia apa saja yang tersedia di Netflix saat ini?

Beberapa film Indonesia yang populer di Netflix antara lain Pulung Gantung, SOROP, A Normal Woman (Marissa Anita), Komang, dan 1 Kakak 7 Ponakan. Netflix terus menambah koleksi film lokal sebagai bagian dari strategi ekspansi konten Asia Tenggara.

Dari 20 film yang direkomendasikan di atas, setiap genre memiliki perwakilan terbaiknya masing-masing. Wallace dan Gromit menawarkan kesempurnaan animasi dengan skor Rotten Tomatoes 100%, Carry-On mendominasi dari sisi popularitas dengan hampir 150 juta views, sementara film-film seperti Society of the Snow dan May December menghadirkan kedalaman naratif yang jarang ditemukan di platform streaming mana pun. Daftar ini membuktikan bahwa katalog Netflix di 2026 tetap menjadi salah satu yang paling beragam dan berkualitas di industri streaming.

Setiap penonton tentu memiliki selera dan preferensi yang berbeda. Jadikan daftar ini sebagai titik awal eksplorasi, lalu bagikan film favorit pilihan masing-masing di kolom komentar atau media sosial. Simpan artikel ini sebagai referensi untuk malam-malam ketika pilihan tontonan terasa membingungkan, karena 20 judul di atas sudah terbukti kualitasnya oleh jutaan penonton dan kritikus dari seluruh dunia.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu verifikasi dengan sumber resmi terkait.

Tim Redaksi

Tim Redaksi CityPost terdiri dari jurnalis dan kontributor berpengalaman yang berfokus menghadirkan informasi terpercaya. Kami menyajikan berita seputar bantuan sosial, program pemerintah, pendidikan, serta perkembangan ekonomi kerakyatan. CityPost berkomitmen memberikan konten yang bermanfaat, relevan, dan mudah dipahami bagi masyarakat Indonesia.